
Foto: Fotosearch
Video yang dibuat menyerupai dokumenter ini menampilkan kehidupan beberapa wanita Tiongkok yang disebut dengan istilah “sheng nu”, alias leftover women atau wanita sisa. Mereka dianggap aib oleh keluarga karena belum juga menikah di usia awal 20—usia ideal wanita menikah di Tiongkok. Di sisi lain, para wanita ini sebenarnya merasa bahagia dengan hubungan sosial hingga jenjang karier yang dimilikinya.
Lebih mengejutkan lagi, nih, bukan hanya Tiongkok yang punya julukan ‘ajaib’ bagi para wanita yang memilih belum menikah di usia 30. Ini di antaranya…
1. Catherinette (Prancis)
Masyarakat tradisional Prancis menamakan wanita berusia 25 tahun ke atas sebagai Catherinette. Catherinette diberikan ketika para wanita tersebut tidak juga menikah pada saat perayaan Saint Catherine of Alexandria pada tanggal 25 November. Ada istilah Prancis yang mengatakan “menata rambut St. Catherine” yang artinya “perawan tua.”
2. Christmas Cakes (Jepang)
Istilah untuk para wanita yang belum juga menikah saat usianya melebihi usia pernikahan rata-rata wanita, yaitu 25 tahun. Istilah ini berasal dari kalimat, “Siapa yang ingin cake Natal setelah tanggal 25 Desember.” Artinya, setelah lewat masanya.
3. Sampo (Korea)
Sampo adalah istilah untuk mendefinisikan generasi muda Korea yang sudah tidak berkeinginan pada tiga hal: berkencan, menikah, dan punya anak.
4. Sheng nu
Istilah ini, menurut Leta Hong Fincher, penulis Leftover Women: The Resurgence Of Gender Inequality In China, mulai dikenalkan oleh pemerintah Tiongkok mulai tahun 2007, sebagai cara guna meningkatkan kualitas populasi di Tiongkok. (f)


