Trending Topic
Ketika Trump Memisahkan Anak-Anak dari Ibu Mereka

21 Jun 2018


Kondisi pusat tahanan imigrasi McAllen, Texas. Layaknya tahanan, anak-anak yang dipisahkan dari orang tua mereka ini harus tidur di lantai yang dingin hanya beralas matras tipis dan selimut aluminium foil agar tetap hangat. Foto: bet.com
 

Tangisan Ibu & Anak-Anak

Di hari yang sama, penggalan video siaran langsung berita breaking news di stasiun MSNBC yang dibawakan oleh Rachel Maddow juga menjadi viral. Di video itu suara Rachel tampak tercekat beberapa kali, menahan luapan emosi dan tangis. Tak sanggup meneruskan pembacaan, Rachel memohon maaf dan menyerahkan berita itu untuk dibaca rekannya di segmen berita berikutnya.
 
Materi berita yang diambil dari Associate Press (AP) itu mengungkapkan bagaimana pemerintahan Presiden AS Donald Trump memisahkan anak-anak dari gendongan ibu mereka. Bahkan ketika anak-anak itu baru berusia semuda tiga tahun, dan sangat terikat dengan ibu mereka.  
 
Semuanya berawal dari kebijakan zero toleransi pemerintah AS terhadap warga imigran asal Meksiko, di mana lebih dari 2.300 anak-anak dipisahkan paksa dari orang tuanya. Beredarnya foto wajah anak-anak yang menatap dari balik kurungan berpagar kawat milik pos satuan patroli perbatasan menjadi “bensin” yang membakar amarah warga AS dan dunia terhadap pemerintahan Presiden Trump.
 
“Membayangkan bahwa mereka hendak menempatkan anak-anak kecil dalam sebuah institusi…Otak saya sulit memahami semua ini,” ungkap Kay Bellor, Wakil Presiden Program di Lutheran Immigration and Refuge Service, lembaga penyelenggara panti asuhan dan layanan kesejahteraan bagi imigran anak. “Balita-balita itu dijadikan tahanan,” ungkap Kay kepada AP.
 
Steven Wagner, pejabat dari Departement of Health and Human Services AS menolak pemberitaan yang mengatakan bahwa anak-anak imigran tersebut telah diperlakukan secara tidak manusiawi.
 
“Kami memiliki fasilitas khusus yang menyediakan perawatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak usia di bawah 13 tahun,” ungkap Steven kepada AP. Steve juga mengatakan bahwa semua fasilitas penampungan anak itu dilengkapi petugas klinik terlatih, dan telah mengikuti standar kantor kesejahteraan anak.
 
Namun, para dokter dan pengacara yang telah mengunjungi tempat penampungan menggambarkan, bahwa suara histeris dan tangisan terdengar dari ruang bermain mereka. Salah satunya fasilitas penampungan anak Rio Grande Valley, di Texas, AS.
 
“Yang menjadi masalah bukanlah tempat penampungannya,” tegas Marsha Griffin, dokter anak dari Texas Selatan kepada AP. “Mengambil anak-anak dari orang tua mereka, itu masalahnya.”
 
Selasa (19/06), Michigan Departement of Civil Rights juga melaporkan meluapnya jumlah anak-anak yang membutuhkan fasilitas perawatan dan pengasuhan sementara.
 
“Kami menerima laporan yang membuat kami sangat khawatir. Bahwa anak-anak yang ditampung berusia jauh lebih muda. Beberapa di antaranya bahkan masih usia bayi, sekitar tiga bulan, dan tidak tahu bagaimana memperjuangkan hak mereka,” ungkap Michigan Departement of Civil Rights dalam pernyataannya.
 
Meski mereka memuji cara kerja staff resettlement di Michigan yang berusaha melayani anak-anak imigran dengan penuh kasih, namun mereka mengakui bahwa tak ada yang dapat menggantikan cinta, rasa aman, serta perawatan dari orang tua sendiri. (f)

Baca Juga:
Banyak Dikecam, Trump Akhiri Pemisahan Anak dan Orang Tua Imigran
Video Ala Hollywood Presiden Trump untuk Kim Jong Un
Efek Aturan Baru Dari Pemerintah Amerika Serikat Terhadap Wanita

 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?