Trending Topic
Kerumunan Tingkatkan Angka Kasus Positif COVID-19 Sepekan Terakhir

24 Nov 2020


Foto: Pixabay


Elit Harus Jadi Panutan Jalankan Protokol Kesehatan
Kampanye perubahan perilaku bukan tanpa hambatan. Hal yang sangat disesalkan adalah perilaku elite yang ada kalanya justru menurunkan persepsi masyarakat terhadap tingkat kepatuhan menjalankan protokol kesehatan.

Saat semua elemen masyarakat bekerja keras mengubah perilaku masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, sementara ada elite masyarakat lain yang justru abai, bahkan terkesan menabrak. Dampaknya sangat serius terhadap indeks persepsi masyarakat. “Kesan yang timbul di masyarakat bisa sangat keliru. Menduga kalau situasi sudah aman,” tegas Arif.

Dalam kesempatan rapat virtual semalam, PP Muhammadiyah juga meminta Satgas COVID-19 menaruh perhatian tidak saja pada sosialisasi protokol kesehatan, tetapi juga protokol kejadian. Sebab, di banyak tempat, saat terjadi kasus, semua menjadi gagap. Banyak di antara warga masyarakat yang belum tahu bagaimana protokol menangani warga sekitar yang terinfeksi COVID-19.

Di akhir rapat, Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo mengajak segenap aparat, petugas, relawan, dan berbagai elemen masyarakat lain mempertahankan semangat memerangi COVID-19, karena kita belum tahu kapan pandemi berakhir. “Kita pernah menekan angka terendah pada September lalu berjumlah 41.000 kasus, tapi hari-hari ini naik-naik ke posisi 63.696 korban, baik yang ringan, sedang, berat, maupun kritis.”

Angka kematian lebih dari 15.000 orang, tuturnya adalah angka yang besar sekali. Karenanya, melihat perkembangan terakhir, kita harus prihatin terhadap peningkatan kasus, terutama di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dua hari terakhir Jakarta mencapai rekor tertinggi. Angka positif terakhir mendapai 1.579 korban, padahal sebelumnya di bawah 1.000 bahkan beberapa waktu lalu pernah di bawah 800 kasus per hari. 

Karenanya, ke depan, setiap langkah kita adalah pencegahan. “Saya teringat pesan yang sangat baik dari Sekjen MUI, Pak Anwar Abbas yang mengatakan, iman saja tidak cukup untuk mengendalikan COVID-19, tapi dibutuhkan ilmu,” kata Doni.

Doni berharap, pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 terus ditingkatkan. Masyarakat perlu diberi pemahaman bagaimana cara COVID menulari, bagaimana proses transmisi, apakah lewat aerosol atau droplet.

“Edukasi dan sosialisasi terus kita lakukan tanpa henti, termasuk upaya mencegah terjadinya kerumunan. Ingat, COVID-19 ini adalah musuh kita bersama. Bagi yang mengatakan COVID-19 bukan ancaman, bisa jadi ia merupakan bagian dari musuh yang harus kita perangi,” tegas Doni Monardo, mantan Danjen Kopassus itu.

Lebih lanjut Doni menegaskan , komitmen menyelamatkan jiwa manusia harus ditempatkan pada posisi tertinggi. Semua yang mengancam keselamatan jiwa manusia harus kita hindari. Termasuk kegiatan pengumpulan massa. (f)


Baca Juga: 
Pastikan Vaksin COVID-19 Aman dan Berkhasiat
Jaga Jarak Kurangi Risiko Penularan COVID-19 Hingga 85%, Yuk Hindari Berkerumun!
Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain, Masyarakat Harus Tetap Disiplin Protokol Kesehatan


 


Faunda Liswijayanti


Topic

#ingatpesanibu, #3m, #corona, #covid19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?