Trending Topic
Intip Tata Krama Jadi Anggota Kerajaan Tersohor Masa Kini, dari Inggris hingga Bhutan

7 Jan 2020


Foto: Shutterstock
 
 
JEPANG
Keluarga Kekaisaran Jepang adalah monarki herediter tertua di dunia. Garis silsilah keluarga ini berasal dari abad ke-6 sebelum Masehi. April lalu, Jepang mempunyai kaisar baru setelah Kaisar Akihito berkuasa lebih dari 30 tahun. Penerusnya adalah Putra Mahkota Naruhito, yang resmi menjadi kaisar ke-126 Jepang.

1/ Wanita Tak Bisa Menjadi Pemimpin
Di keluarga kekaisaran Jepang, wanita tak pernah bisa jadi pemimpin. Padahal, sebelum restorasi Meiji tahun 1889, ada 8 ratu yang mewarisi takhta dari ayah mereka, yang disebut Tenno. Namun, setelah restorasi Meiji, aturan suksesi diperketat dan konstitusi tahun 1949 membuat definisi ulang siapa yang memenuhi syarat untuk posisi itu lebih jauh. Bahkan, putri kaisar yang menikah dengan rakyat biasa akan kehilangan haknya sebagai bagian dari kerajaan. Berbeda dengan pangeran yang tetap mempertahankan gelar kerajaan, meski menikah dengan wanita biasa.

2/ Wanita Berjalan Dua Langkah di Belakang Pria
Dalam aturan Kekaisaran Jepang, wanita diharuskan berjalan dua langkah di belakang pria. Namun demikian, jangan sampai langkahnya menginjak bayangan kaisar. Hal ini juga berlaku untuk permaisuri dan para putri. Biasanya, mereka turun dari mobil terlebih dahulu, mereka berdiri di samping dan menunggu suami mereka turun. Dalam acara publik, wanita kerajaan tidak berbicara lebih banyak daripada para prianya, dalam hal ini raja dan pangeran.

3/ Anak-Anak Kerajaan Dipisahkan dari Orang Tua
Saat anak-anak kerajaan menginjak usia tiga tahun, mereka dirawat oleh pengasuh dengan pendampingan dokter, perawat, dan guru privat. Sejak kecil, anak-anak diajari etiket. Mulai dari cara menggunakan sendok, pisau, dan sumpit, cara berbicara, melambaikan tangan, pendidikan moral, dan pendidikan khusus tentang kekaisaran. Namun demikian, sewaktu kecil, Kaisar Naruhito dirawat langsung oleh ibundanya, Ratu Michiko. Ratu bahkan membuatkan sendiri bekal makan siang untuk dibawa Naruhito ke sekolah.
 
4/ Tak Punya Harta Pribadi
Keluarga kerajaan tidak boleh memiliki kekayaan pribadi. Mereka tidak memerlukan uang tunai untuk berbelanja sehari-hari, sebab semua sudah diatur dan ditanggung oleh Imperial Household Agency (IHA). Seluruh rumah dan perabotnya adalah milik negara. Mereka juga tidak perlu menjawab telepon. Tiap tamu yang diundang ke istana harus mendapat persetujuan dari IHA dan dijadwalkan beberapa minggu sebelumnya.


Baca Selanjutnya: SWEDIA


Topic

#keluargakerajaan, #royalfamily

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?