
Meminta bantuan orang untuk memotret kita bisa menjadi kebablasan. Yang menjadi masalah, menurut pengamat media sosial dan gaya hidup dari Daily Social, Wiku Baskoro, sebenarnya adalah empati dan budaya orang yang meminta foto. Sama seperti ketika kita meminta tolong orang untuk hal lain, setidaknya untuk hal yang tidak mendesak. Orang yang kita temui janganlah dianggap ‘taken for granted’ pasti bersedia dan available.
“Saat meminta tolong, tentu saja kita harus berempati pada yang dimintai tolong. Misalnya, ketika orang tersebut terlihat sibuk atau ribet, hindarilah untuk meminta tolong. Kita harus melihat, kondisi seperti apa yang sedang dihadapi orang yang akan dimintai tolong itu.”
Selain itu, menurut Wiku, budaya enggan juga perlu dipelihara. “Namanya juga meminta tolong, jangan memaksa. Kita harus peka sekiranya ada orang yang tidak mau dimintai tolong untuk memotret kita. Itu harus kita terima. Nah, ketika kondisi-kondisi tersebut tidak dihiraukan, maka itu kemudian menjadi mengganggu, baik bagi mereka yang dimintai tolong untuk memfoto maupun lingkungan sekitar,” ujar Wiku. Contoh sederhananya, meminta tolong kepada petugas berseragam di bandara, yang jelas-jelas tengah menjalankan tugas. Ini tentu dapat mengganggu kelancaran tugas mereka.
Di sinilah diperlukan kreativitas tinggi dalam posting-an foto Instagram, jika tujuannya adalah mendapatkan like. Kenapa, sih, harus memaksakan selalu ada ‘muka’ kita dalam foto-foto yang ingin di-posting. “'Fotoin, dong!', 'Instagram husband' adalah beberapa kejadian kecil yang jika dilakukan dalam porsi tertentu, menurut saya sah-sah saja. Akan tetapi, jika berlebihan dan menjadi ‘kecanduan’, akan menjadi tidak baik. Bahkan bisa menjadi sebuah momok yang cukup menakutkan dalam interaksi manusia,” tutur Wiku, yang mengatakan, bahkan untuk hal-hal sesepele ‘fotoin, dong!’ perlu kedewasaan.
Etika Meminta Tolong Difotoin:
- Pilih orang yang tidak terlihat sedang buru-buru. Tanyakan dengan sopan, apakah dia bersedia membantu kita untuk memotretkan.
- Dengan teman seperjalanan saat traveling, akan lebih baik jika kita bersikap adil. Jangan hanya menjadi orang yang minta difotoin terus-terusan. Tawarkan juga kepada teman kita, apakah ia ingin difoto. Dengan demikian, semua pihak sama-sama senang.
- Jika bepergian sendiri, sebaiknya minta tolonglah kepada sesama turis lain. Tawarkan juga hal yang sama sebagai bentuk terima kasih. Manfaatkan kesempatan ini untuk membuka percakapan dan berkenalan. Bukan tidak mungkin mereka menjadi teman baru kita.
- Cantumkan akreditasi foto dengan me-mention akun yang bersangkutan, sebagai bentuk apresiasi. (f)


