Duo Schoko yang terdiri dari Giovani Biga (biola) dan Theduardo Prasetyo (gitar) telah masuk menjadi salah satu dari 4 finalis di International Chamber Music Competition of Arnuero (Spanyol) yang diadakan di Taman Nasional Ecoparque Trasmiera di Spanyol tanggal 18-20 Maret lalu. Ini adalah kompetisi untuk Chamber Music (musik kamar) yang terpenting di Spanyol. Kompetisi ini adalah referensi untuk melihat grup-grup mana yang telah memenangkan ini sebagai grup terbaik di Eropa.
Walaupun tidak mendapat 2 juara utama, Giovani Biga berhasil meraih predikat Instrumentalis Terbaik untuk kategori Musik Kamar. Peserta datang dari luar Spanyol, seperti Inggris, Italia, dan Indonesia. Pemenang pertama adalah Trio Ramales dan pemenang kedua adalah Trio Cygnus, keduanya dari Spanyol.
Adapun, dewan Juri yang diketuai oleh komponis & pianis kelahiran Indonesia, Ananda Sukarlan, terdiri dari 5 orang dan masing-masing adalah pemain instrumen terkemuka yang berbeda. Sejak 2 tahun terakhir, karena kompetisi ini ingin lebih dikenal di luar Eropa, Ananda didaulat menjadi juri. Sebelumnya, juri-juri dan peserta hanya terbatas pada warga Eropa saja. “Mereka melihat Asia kini sebagai potensi besar musik sastra dan mengharapkan komunikasi serta pertukaran ilmu dan seni yang menguntungkan 2 benua,” tutur Ananda.
Kompetisi ini selain telah melahirkan grup-grup musik kamar yang terkemuka selama 14 tahun diselenggarakan, juga telah berhasil mengangkat Taman Nasional di Arnuero ini menjadi obyek turisme serta salah satu pusat musik sastra di Spanyol. Tahun ini mereka telah memesan karya baru untuk trio piano-flute-biola alto dari Ananda Sukarlan yang menggabungkan elemen musik Eropa dan Bali yang telah dipentaskan dengan sangat sukses di konser pembukaan kompetisi ini oleh Ananda di piano, Jaime Salas di flute dan Jose Manuel Saiz di biola alto, terbukti dengan banyaknya minat dan permintaan musikus lain yang ingin memainkannya setelah mendengarnya, baik secara langsung maupun lewat streaming dan youtube.
Duo Schoko sendiri dibentuk setelah Giovani dan Theduardo bertemu di sekolah yang sama, Hochschule fuer Musik di Detmold, Jerman. Ini adalah kompetisi internasional mereka yang pertama yang mereka ikuti sebagai duo.
“Mereka sangat berbakat. Mereka akan mengangkat bukan hanya nama dan derajat Indonesia, tapi juga akan memperkenalkan seni dan budaya Indonesia di dunia internasional,” kata Ananda. Mereka adalah peserta termuda di Arnuero tahun ini. “Harus diakui, masih ada masalah teknik dan pengetahuan musik yang masih harus dipoles untuk benar-benar bisa berkompetisi dengan lainnya, yang notabene pendidikan musiknya sudah sangat mapan sejak dini. Tapi dengan kemampuan dan kerja keras duo Schoko ini, dalam 1-2 tahun mereka kelihatannya akan bisa memenangkan kompetisi ini atau yang setarafnya di negara lain. Di Arnuero mereka sebetulnya juga selisih poin dengan juara 2,” tambah Ananda. (f)


