Trending Topic
90% Masyarakat Sadar Menggunakan Masker, Namun Belum Memakainya dengan Benar

9 Oct 2020


Foto: Pixabay


Pasien dengan Komorbid Bisa Sembuh

Selain penggunaan masker yang belum tepat, salah satu yang juga mendorong tetap terjadinya penularan COVID-19 adalah masih lemahnya penerapan protokol jaga jarak. Menurut Doni, hampir 90% pasien yang ada di Wisma Atlet adalah pengguna masker. Namun mereka masih terpapar COVID-19. Mengapa? 

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa meski telah menggunakan masker, namun mereka tidak dengan ketat melakukan protokol jaga jarak. “Rata-rata mereka terpapar saat melakukan kegiatan makan. Saat makan, kita melepas masker, namun jaraknya tidak diatur, tidak ada yang mengingatkan. Jadi, sosialisasi jaga jarak ini yang perlu ditingkatkan lagi,” ungkap Doni. 

Doni kembali mengingatkan tentang masalah disiplin yang menjadi kunci utama untuk bisa selamat. “Kita disiplin saja belum tentu berhasil terhindar. Karena virus ini menyerang kita 24 jam tanoa henti. Kita lalai bisa langsung terpapar. Dari tangan yang tanpa sengaja terpapar COVID19 menyentuh masker, wajah, mata, hidung, lalu kita bisa positif COVID19. Mematuhi protokol kesehatan adalah hal yang tidak boleh ditawar-tawar kita harus mampu mengadaptasi,” ungkap Doni. 

Dalam kesempatan yang sama, Doni juga mengajak pasien risiko tinggi, yaitu pasien dengan komorbid untuk terus menerapkan protokol 3M dengan lebih ketat. Karena seperti diketahui angka kematian pasien positif COVID19 dengan komorbid ini cukup tinggi. 

Meski begitu, menurut Doni, pasien dengan komorbid yang positif COVID-19 memiliki peluang untuk sembuh, selama bisa mendeteksi kesehatannya sejak dini. “Jadi kalau memang kita komorbid, merasakan gejala-gejalanya, walaupun ringan, segera periksa ke dokter. Kalau sudah positif, segera ditangani sejak dini,” katanya. 

Data menyebutkan pasien komorbid positif COVID-19 dengan risiko ringan bisa sembuh 100%. Pasien dengan risiko rendah tingkat kematiannya mencapai 8% dan pada risiko kritis, tingkat kematiannya mencapai 67%. “Jadi harus sejak dini ditangani. Jangans ampai masuk ke fase sedang atau berat. Proses dari gejala ringan ke sedang bisa sampai seminggu. Tapi dari sedang ke berat, hanya butuh hitungan jam,” jelas Doni. 

Jika kita mengetahui memiliki komorbid seperti diabetes, jantung hipertensi, jangan ambil risiko. Jangan beraktivitas di ruang publik, masker jangan dilepas, gunakan dengan baik, dan pilih masker yang baik. (f)


Baca Juga: 
Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan
Tren Penularan COVID-19 Terjadi dari Orang Terdekat, Lakukan Langkah Pencegahan
BPS : Wanita Lebih Patuh Protokol Kesehatan Dibanding Pria


Faunda Liswijayanti


Topic

#ingatpesanibu, #3M, #covid19, #corona, #satgas

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?