Trending Topic
7 Perubahan Besar di 2021

9 Jan 2021


Dok. Pexels


Tahun 2020 adalah tahunnya 'perubahan'. Suka atau tidak, pandemi Covid-19 telah menguji ketahanan kita. Memaksa dunia berubah dan membuat kita harus siap menghadapi segala sesuatu yang tak pasti dan bersikap lebih adaptif.

Memasuki 2021, kita dihadapkan pada pertanyaan, akan seperti apa dunia pasca pandemi?

Ini dia beberapa perubahan yang akan terjadi di tahun 2021 menurut beberapa sumber :

1. Vaksin Bukan Berarti Kembali Normal
Kendati vaksin Covid-19 sudah mulai ada di sekitar kita dan membuat kita merasa lebih aman, bukan berarti keadaan akan kembali normal. Memang, vaksin yang kini sudah digunakan oleh sebagian orang, salah satunya adalah Presiden RI Joko Widodo, bisa membuat kita kebal terhadap penyakit ini pada periode waktu tertentu. Namun bukan berarti mengendurkan kehati-hatian terhadap ancaman yang masih melekat erat pada virus ini. 

Protokol kesehatan 3M masih tetap harus dilakukan. Menjaga jarak, mengenakan masker dan rajin mencuci tangan adalah mandatori kehidupan baru saat ini. 

"Janganlah berpikir bahwa dengan ada vaksin maka semua beres. Justru protokol kesehatan tetap harus dijaga dan dilakukan dengan lebih ketat. Apalagi ada ancaman reinfeksi. Lagipula ini vaksin baru dari penyakit yang baru juga, sehingga kita masih sama-sama belajar untuk mengetahuinya lebih dalam lagi. Kita belum tahu proteksinya berapa lama," ujar  - Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), Satgas Waspada dan Siaga COVID-19 - PB IDI.

2. Tak Ada Lagi Sistem Kerja 9 to 5
Tahun 2020 menjadi tahunnya dunia kerja 'dipaksa' untuk keluar dari zona nyaman. Para pekerja harus bisa bekerja dari jarak jauh dan saling berkomunikasi secara virtual. Namun pertanyaannya adalah, kapan sistem kerja di kantor atau work from office akan kembali diberlakukan?

Pertanyaan ini belum bisa ditemukan jawaban pastinya, mengingat saat ini pemerintah memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan pembatasan hingga 75%. 

Namun, jika tiba nanti waktunya lebih aman bagi para pekerja untuk kembali ke kantor, akan makin banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel. Yaitu perusahaan akan mengizinkan karyawan bekerja tiga hari di kantor dan dua hari di rumah selama seminggu. 

Bahkan menurut Ashley Whillans, seorang profesor di Harvard Business School menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel lagi dengan memberikan kebebasan karyawannya untuk bekerja jarak jauh. Namun, penerapan ini sangat bergantung pada industri kerjanya.  

3. Peluang Wanita di Jajaran Direksi Lebih Tinggi
Wanita adalah salah satu golongan yang paling rentan terdampak pandemi, baik karena mereka kehilangan pekerjaan, ancaman kekerasan dalam rumah tangga hingga beban ganda karena harus bekerja sekaligus mengurus anak di rumah. 

Kendati demikian, ada tanda-tanda bahwa dalam jajaran tinggi perusahaan, kehadiran pemimpin wanita justru menunjukkan tren positif. Menurut laporan tahunan LinkedIn, makin banyak wanita yang mengisi posisi eksekutif selama masa pandemi. 

Bahkan, pada tahun 2020, ada lebih banyak CEO wanita di daftar Fortune 500 daripada sebelumnya. Selama pandemi, Jane Fraser menjadi CEO wanita pertama di Wall Street Bank dan Karen Lynch menjadi CEO perusahaan perawatan kesehatan terbesar di dunia, CVS Health. Hal ini pun menjadi sinyal baik bahwa menempatkan lebih banyak wanita di posisi kepemimpinan memiliki peran yang penting untuk membawa perubahan. 


Lanjut ke halaman berikutnya.

 


Topic

#covid19, #vaksin, #WFH

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?