
Kecenderungan dunia fashion adalah bisa kembali ke masa lalu. Demikian juga film, jajanan, hingga peralatan dapur. Belakangan, hal-hal yang tren di tahun ‘80-an dan ‘90-an kembali dianggap cool oleh generasi millennial, yang dulu bahkan belum lahir. Apa saja itu?

#1 Jajanan kaki lima
Kue cubit pernah jadi jajanan wajib anak-anak sekolah di tahun ‘80 dan ‘90-an. Uniknya, kue dengan resep sederhana ini belakangan kembali hits di masyarakat, bahkan naik kelas sampai masuk ke mal. Varian rasanya pun makin modern dan menarik. Kue cubit klasik yang mengundang nostalgia tetap disukai, tapi generasi kini berani mencoba rasa baru, seperti green tea, red velvet, marshmallow, dan entah apa lagi. Rupanya tren ini juga berpengaruh pada penjualan cetakan kue cubit. Kini cetakan kue cubit yang terbuat dari besi dengan bentuk macam-macam, seperti bunga, ikan, dan daun bisa kembali ditemukan di pasaran.

#2 Perlengkapan berlapis enamel
Hadirnya resto dengan kuliner nostalgia kembali mengangkat pamor peralatan makan berbahan besi dilapisi enamel. Produsen peralatan makan seperti piring, gelas, dan teko pun kembali memproduksinya. Sebagian tampil lebih ‘genit’ dengan warna-warna pastel dan motif modern, sebagian mempertahankan ciri ‘jadul’ dengan motif blirik dan bunga-bunga klasik. Kelebihan peralatan enamel yang licin, mengantar panas dengan baik, dan tahan lama membuatnya cocok sebagai perlengkapan memasak seperti panci dan wajan. Harganya juga relatif lebih murah. Faktor yang dianggap sebagai kelemahan alat masak enamel, yaitu berat, sepertinya malah jadi daya tarik karena mantap berada di atas kompor.

#3 Lipstik merah tua
Pada tahun ‘90-an lipstik warna merah gelap jadi tren seiring dengan maraknya telenovela di tanah air. Di Hollywood pun warna merah tua menjadi tren lewat fashion show dan aktris-penyanyi. “Dulu lipstik merah gelap cenderung berkesan gothic dan dipadankan dengan alis yang tipis melengkung, yang lebih tebal di pangkal alis. Sekarang lipstik merah tua lebih dipadukan dengan riasan natural pada bagian wajah yang lain sehingga memberi kesan elegan,” ujar Anggia Hapsari, fashion & beauty editor femina.
Tak jarang, untuk mendapatkan warna merah gelap yang pas, kita harus mencampur lipstik warna hitam dan merah. Perbedaan yang lain, dulu lipstik warna gelap ini menggunakan lip liner lebih gelap sehingga bentuk bibir makin tegas, namun kini ditinggalkan.

#4 Choker
Kalung yang melingkar ketat di leher atau choker sempat jadi tren di tahun ‘90-an. Pada masa itu choker dengan hiasan bandul bentuk hati atau salib dipopulerkan artis-artis Hollywood. Variasinya, choker seperti kawat berduri yang memberi kesan penuh pemberontakan. Pada perhelatan mode tahun ini, choker kembali terlihat. “Tapi kini choker terlihat lebih sederhana, minimalis, dan elegan, bukan tampak seperti pemberontak,” ujar Anggia.

#5 Hewan Peliharaan Imajiner
Setahun setelah lahir di Jepang, tahun 1996, dunia mulai mengenal Tamagotchi. Konsol permainan berbentuk serupa telur ini sangat mungil, tak sampai selebar telapak tangan anak-anak, sehinga mudah dibawa ke mana-mana.
Tamagochi berasal dari gabungan kata tamago yang dalam bahasa Jepang berarti ‘telur’ dan watch yang dalam bahsa Inggris berarti ‘jam tangan’ (orang Jepang melafalkannya watchi). Layaknya di dunia nyata, pemiliknya dapat merasakan serunya memelihara hewan kesayangan bernama Tamagotchi ini, seperti memberinya makanan, membersihkan kandangnya, dan mengajaknya bermain.
Perusahaan games dan mainan yang membuat Tamagotchi, Bandai, kini merger dengan Namco, dan kembali hadir dengan aplikasi Tamagotchi Classic yang bisa diunduh di Google Play dan iTunes. Bagi pencinta kucing, kini ada aplikasi Neko Atsume, yang akan mempertemukan Anda dengan kucing-kucing lucu. Lima juta orang sudah mengunduh Neko Atsume. Bisa dibilang, aplikasi ini melahirkan generasi baru cat lady.

#6 Si Boy pun Kembali
Jika tahun ‘80-an hingga ‘90-an awal ada Mas Boy dalam film Catatan Si Boy yang diperankan Onky Alexander, belakangan Boy kembali lagi di layar plasma dalam sinetron Anak Jalanan. Kali ini Boy diperankan aktor muda berdarah campuran Manado-Amerika Serikat, Stefan Wiliam (22). Secara jalan cerita, film Catatan Si Boy berbeda dengan sinetron Anak Jalanan yang konon mencapai rating tinggi dan jadi unggulan di stasiun yang memutarnya. Tapi, Boy di masa lalu dan Boy di masa kini punya kesamaan. Keduanya digambarkan sebagai pria muda yang keren, gaul, tapi alim dan religius, sehingga jadi idola.

#7 Fuller House
Jika dulu Anda belum sempat nonton atau malah belum lahir saat sitcom keluarga Full House tayang tahun 1987-1995, kini Anda bisa menyaksikan versi barunya, Fuller House. Bukannya mengulang cerita, sutradara yang sama, Jeff Franklin, kali ini meneruskan cerita seputar keluarga Tanner di San Francisco, Amerika Serikat.
Kini fokus cerita adalah D.J. Tanner-Fuller (Candace Cameron), anak pertama dari keluarga Tanner, janda tiga anak setelah ditinggal meninggal dunia suaminya, Tommy Tanner. Untuk mengurus rumah tangganya, D.J. yang berprofesi sebagai dokter hewan meminta bantuan adiknya, Stephanie (Jodie Sweetin), dan sahabatnya, Kimmy (Andrea Barber). Ketiganya diperankan oleh cast yang sama dengan Full House.
Serial ini ditayangkan di Netflix mulai 26 Februari 2016 dan dibuka dengan reuni keluarga besar Tanner. Menampilkan Danny Tanner (Bob Saget), Uncle Jesse dan Aunt Becky (John Stamos dan Lori Loughlin), serta Joey Gladstone (Dave Coulier). (f)



