
(foto: Ranti Nuraeni)
Bangunan Hagia Sophia yang termasyhur tak hanya ada di Istanbul, Turki. Versi mungilnya juga ada di Thessaloniki, kota terbesar kedua di Yunani. Ukuran bangunannya tak sebesar dan semegah yang ada di Turki. Namun, dari dinding gereja kuno ini kita bisa melihat cerita panjang Gereja Hagia Sophia yang tersusun apik. Di era kepemimpinan Utsmaniyah – Turki, bangunan ini berfungsi sebagai masjid.
Jejak sejarah menunjukkan bahwa akulturasi di Thessaloniki bukan hanya terjadi dalam hal budaya, tapi juga agama. Perjalanan panjang ini pula yang membuat Thessaloniki menjadi kota yang ramah dan terbuka bagi pendatang dari berbagai kalangan dan agama.

(foto: Ranti Nuraeni)
Thessaloniki yang terletak di pinggir teluk ini kaya akan kuliner dari hasil laut. Restoran seafood mudah kita temui. Cara lain menikmati Kota Thessaloniki adalah dengan duduk santai di kedai kopi sambil menikmati suasana senja di tengah kota. Katanya, belum lengkap ke Thessaloniki, kalau tidak mencicipi frappe, kopi dingin yang konon tercipta pada tahun 50-an.
Uniknya, hidangan kopi ini tidak diseduh air panas, tapi langsung dilarutkan menggunakan es dan air dingin. Minuman frappe ini dinikmati warga sepanjang tahun, bahkan di musim dingin sekalipun.(f)
BACA JUGA:
Mencicipi Roti Khas Yunani Di Thessaloniki
Menyusuri Jejak Islam di Kota Xanthi, Yunani
1 Jam Perjalanan Mengenal Kopenhagen dari Atas Air
Topic
#Thessaloniki, #yunani, #hagiasophiayunani, #hagiasophia, #whitetower




