
(foto: Ranti Nuraeni)
Nama Thessaloniki memang tak setenar Athena. Tapi, kota yang dibangun pada tahun 315 sebelum Masehi oleh Raja Cassender dari Kerajaan Macedonia ini memiliki peran penting dalam perekonomian Yunani, sebagai jantung perekonomian. Nama Thessaloniki diambil dari nama istri Sang Raja yang juga adik tiri Alexander The Great.
Aristoteles Square atau Alun-Alun Aristoteles menjadi lokasi pertama yang kami kunjungi. Dari namanya saja, saya sudah bisa menebak bahwa sejarah singkatnya pasti terkait bentuk penghormatan terhadap salah satu filsuf besar Yunani, Aristoteles.
Alun-Alun Aristoteles dibangun ulang sekitar tahun 1917 setelah sebagian besar kawasan Thessaloniki terbakar saat invasi bangsa asing. Arsitek dari Prancis, Ernest Hebard, mendesain ulang konsep alun-alun ini, terinspirasi dari gaya Eropa dan Byzantimum.
Alun-Alun Aristoteles memanjang di tepi Teluk Tharmaic. Perairan teluk inilah yang menjadi saksi kedatangan berbagai bangsa di Thessaloniki, mulai dari bangsa Romawi, Byzantimum, Venezia, hingga Utsmaniyah Turki. Di sisi lain alun-alun, tampak dikelilingi bangunan-bangunan bergaya Eropa.

(foto: Ranti Nuraeni)
Tak jauh dari Alun-Alun Aristoteles terdapat monumen White Tower. Museum ini berisi cerita kedatangan bangsa asing ke Thessaloniki. White Tower dibangun sekitar abad ke-12 oleh bangsa Byzantium dan sempat rusak berat ketika invasi kekhalifahan Utsmaniyah dari Turki pada abad ke-15. Namun, bangsa Utsmaniyah kemudian membangun ulang menara ini dan menyebutnya sebagai Tower of Blood atau Red Tower. Nama ini sesuai dengan fungsi menara saat itu, selain sebagai menara suar bagi kapal-kapal yang melintas, juga sebagai penjara tahanan perang.
Pada tahun 1891, saat Thessaloniki telah menjadi bangsa merdeka, Red Tower diwarnai ulang dengan cat putih dan diberi nama White Tower. Sebagai salah satu monumen bersejarah yang juga menjadi landmark kota, pemerintah Thessaloniki kemudian membuka White Tower untuk umum. Museum ini buka tiap hari, dari pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore, tiket masuknya 2 euro (Rp32.000) per orang. (f)
BACA JUGA:
Mencicipi Roti Khas Yunani Di Thessaloniki
Menyusuri Jejak Islam di Kota Xanthi, Yunani
1 Jam Perjalanan Mengenal Kopenhagen dari Atas Air
Topic
#Yunani, #Thessaloniki, #Alunalunaristoteles, #whitetower


