
Pantai Botubarani-Gorontalo
Foto : NF
Foto : NF
Saat Femina datang, dari bibir pantai pengawas mengumumkan hari itu, ada tiga hiu paus yang muncul. Beruntung, hiu paus tidak setiap saat bisa terlihat. Hiu paus biasanya datang sesuai dengan keberadaan ikan-ikan kecil makanannya.
Tahun 2018 ia mulai terlihat di Botubarani sejak bulan Mei. Jumlahnya pun tidak sama, kadang hanya terlihat satu ekor, kadang dua, empat, atau lima. Tercatat pada tanggal 11 Juni 2018 ada 8 ekor ikan hiu paus terlihat di sini.
Meski semangat untuk bertemu, tapi begitu ikan besar itu ada di depan mata, rasanya ngeri juga. Perasaan ini ada lebih karena nama depannya hiu dan ukurannya yang besar. Tapi begitu melihat matanya yang kecil, tubuh besarnya yang berwarna biru gelap dengan totol-totol putih, bergerak anggun di bawah air, siapa pun akan tahu kalau hewan besar ini jinak.
Bahkan jika Anda sedang datang bulan, tetap aman berenang bersama hiu paus. Tak heran kalau beberapa wisatawan tak tahan untuk menyentuhnya. Tapi, jangan lakukan itu. Selain karena sisik hiu paus itu sebetulnya bisa melukai jari, ini juga bisa mengusik hiu paus.
Walau kondisi air hari itu tak terlalu jernih, namun sama sekali tidak menghalangi untuk mengamati hiu paus. Pasalnya, jarak kami mungkin hanya satu atau dua meter saja. Dua buah bulatan kecil seperti terumbu karang bahkan bisa terlihat menempel di sisi bawah mulut salah satu hiu paus yang muncul di depan Femina. Insangnya pun terlihat jelas. Melihat bentuknya dari dekat, bisa dipahami asal nama ikan ini. Dilihat dari perut ke ekor bentuknya seperti hiu, tapi bagian kepalanya seperti paus.
“Waktu ideal untuk mengamati hiu paus adalah antara jam 7 sampai 10 pagi, dan antara jam 4 hingga 5.30 sore,” ujar Agus, warga yang menjadi pemandu.
Foto: PixabayIa berpesan, jangan panik saat hiu paus yang tiba-tiba muncul di depan kita, sebisa mungkin menghindar, atau diam saja, ia akan berenang menghindari kita. “Jika berhadap-hadapan, tolak saja pelan menggunakan tangan,” saran Agus. Jika ingin berenang bersama hiu paus, posisikan diri kita di sisi kepala, dan hindari ekornya.
Di zaman media sosial begini, tak sedikit yang rekaman foto dan video pelancong yang berenang santai bersama hiu paus mungkin mengundang banyak like. Namun perlu diingat, hiu paus adalah hewan yang dilindungi penuh, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18/KEPMEN-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Hiu Paus (rhincodon typus). Jika ingin memotret sang hiu paus, jangan gunakan lampu kilat. (f)
Baca Juga:
Menggoda "Singa Gunung" di Sri Lanka
Tonton 70 Ribu Atraksi Kelas Dunia Tanpa Antre
Menyaksikan Festival di Thimphu, Bhutan



