Sering bergaul, hang out bareng dan menjadi teman curhat terbaik, nggak heran perasaan cinta bisa muncul. Seseorang yang selama ini kita lihat sama sekali nggak ada menarik menjadi punya nilai lebih.
Ada rasa bahagia yang lebih dari biasanya saat jalan bareng dengannya. Selalu menunggu pertemuan selanjutnya, merasa aman dan nyaman saat di dekatnya: perasaan-perasaan seperti ini apalagi namanya kalau bukan cinta?
Perasaan memang nggak bisa diatur, tapi tetap harus ada aturannya. Hal-hal yang harus diwaspadai ketika kita melabuhkan perasaan dengan sahabat.
Belum Tentu Dia Suka Balik
Sebelum menyatakan perasaan, kita harus siap dengan kemungkinan kalau ternyata dia hanya menganggap kita sebatas teman. Namanya juga pertemanan dekat wajar dia memberi perhatian lebih dan sangat mengenal kita. Nggak semua bentuk perhatian berarti cinta.
Siap Untuk Perubahan
Jika memutuskan untuk mengungkapkan perasaan dan ternyata bertepuk-sebelah tangan, siap-siap untuk menerima perubahan. Bisa saja hubungan jadi sedikit aneh. Dia merasa serba salah, takut apa yang dilakukannya kita artikan berbeda.
Ternyata Dia Suka dengan yang Lain
Kita harus siap menerima situasi kalau ternyata sahabat naksir dengan yang lain. Jangan menunjukkan kekecewaan yang berlebihan. Apalagi mengancam akan memutuskan pertemanan. Melakukan ini hanya memberi kesan menyedihkan.
Tidak Siap Bilang Cinta
Jika kita belum siap untuk mengaku cinta dengan sahabat, sebaiknya mulailah menjaga jarak yang sewajarnya. Hindari hal-hal yang membuat kita semakin sayang dengannya. Misalnya, bergandengan tangan ataupun saling merangkul. Sentuhan fisik hanya akan membuat perasaan kita semakin menggebu kepadanya.
Bukan Cinta?
Ada kemungkinan lain, sih. Sebenarnya apa yang kita rasakan bukan cinta sesungguhnya. Hanya euforia dan perasaan senang karena memiliki teman lawan jenis yang sangat perhatian. Coba amati perubahan perasaan, apakah ‘cinta’ itu muncul sehabis kita meluangkan waktu yang super menyenangkan bersamanya? Nah, bisa jadi itu hanya luapan emosi sesaat saja.
Ada rasa bahagia yang lebih dari biasanya saat jalan bareng dengannya. Selalu menunggu pertemuan selanjutnya, merasa aman dan nyaman saat di dekatnya: perasaan-perasaan seperti ini apalagi namanya kalau bukan cinta?
Perasaan memang nggak bisa diatur, tapi tetap harus ada aturannya. Hal-hal yang harus diwaspadai ketika kita melabuhkan perasaan dengan sahabat.
Belum Tentu Dia Suka Balik
Sebelum menyatakan perasaan, kita harus siap dengan kemungkinan kalau ternyata dia hanya menganggap kita sebatas teman. Namanya juga pertemanan dekat wajar dia memberi perhatian lebih dan sangat mengenal kita. Nggak semua bentuk perhatian berarti cinta.
Siap Untuk Perubahan
Jika memutuskan untuk mengungkapkan perasaan dan ternyata bertepuk-sebelah tangan, siap-siap untuk menerima perubahan. Bisa saja hubungan jadi sedikit aneh. Dia merasa serba salah, takut apa yang dilakukannya kita artikan berbeda.
Ternyata Dia Suka dengan yang Lain
Kita harus siap menerima situasi kalau ternyata sahabat naksir dengan yang lain. Jangan menunjukkan kekecewaan yang berlebihan. Apalagi mengancam akan memutuskan pertemanan. Melakukan ini hanya memberi kesan menyedihkan.
Tidak Siap Bilang Cinta
Jika kita belum siap untuk mengaku cinta dengan sahabat, sebaiknya mulailah menjaga jarak yang sewajarnya. Hindari hal-hal yang membuat kita semakin sayang dengannya. Misalnya, bergandengan tangan ataupun saling merangkul. Sentuhan fisik hanya akan membuat perasaan kita semakin menggebu kepadanya.
Bukan Cinta?
Ada kemungkinan lain, sih. Sebenarnya apa yang kita rasakan bukan cinta sesungguhnya. Hanya euforia dan perasaan senang karena memiliki teman lawan jenis yang sangat perhatian. Coba amati perubahan perasaan, apakah ‘cinta’ itu muncul sehabis kita meluangkan waktu yang super menyenangkan bersamanya? Nah, bisa jadi itu hanya luapan emosi sesaat saja.


