
Saya (30) di Jakarta dan pacar di Surabaya. Kami kenalan lewat chatting. Setelah chatting selama 5 tahun, kami bertemu, pendekatan, lalu pacaran. Tahun depan kami berencana untuk menikah, tapi ada SMS gelap yang mengatakan pacar punya kekasih lain. Pacar menyangkal. Saya cinta dia, tapi ragu dengan kesetiaannya. Apa yang harus saya lakukan? (M)
Saran Irma Makarim
Walau calon suami menolak tuduhan ini, tetap ada ganjalan di hati Anda. Adanya ganjalan yang membuat Anda ragu, apalagi bila cukup mengusik hati, adalah pertanda bahwa Anda belum siap. Dalam kondisi seperti ini ada baiknya merenungkan lagi keputusan Anda. Kadang-kadang kita perlu mendengar bisikan hati dan berusaha mendapatkan kebenaran yang kita cari.
Ini bisa menjadi alasan untuk bertanya pada diri sendiri, apakah Anda sudah cukup mengenal calon suami. Amati kembali apakah hubungan Anda dan calon suami selama ini sudah terbuka seutuhnya. Kalau Anda cukup mengenal dan percaya padanya, mungkin SMS itu tak akan memengaruhi Anda. Tetapi, bila ini menjadi ganjalan di hati, sebaiknya Anda memberi lebih banyak waktu untuk saling mengenal lebih dekat.
Anda berdua perlu lebih sering saling mengunjugi, menghabiskan waktu bersama, mengenal lingkungan dan teman masing-masing untuk mengembangkan hubungan ini. Selain cinta, Anda berdua perlu lebih saling mengetahui kebiasaan, berbagai kualitas masing-masing pihak, serta mengetahui kekurangan dan kelebihan. Setelah merasa mantap, baru melangkah ke tahap perkawinan.
Saran Monty Satiadarma
Pernikahan adalah keputusan untuk kehidupan yang panjang. Jika Anda kelak kecewa dengan suami, maka Anda harus menelan rasa kecewa untuk waktu yang amat lama, sampai Anda bisa menemukan solusi baru. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda menunda rencana pernikahan guna mencari tahu lebih lanjut kebenaran masalah tersebut.
Mungkin pacar akan tersinggung dengan sikap Anda. Tapi, jika ia cukup dewasa, tak seharusnya ia tersinggung terutama jika memang tidak berbuat di luar harapan Anda. Sebaliknya, jika ia sendiri amat mendesak Anda menempuh keputusan segera, maka hal tersebut layak Anda pertimbangkan. Karena, tindakan desakan berlebihan layaknya pemaksaan tentu dilatarbelakangi oleh kondisi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan.
Anda justru harus mencari tahu lebih banyak tentang kehidupan sosial keluarga dan kerabatnya karena selama ini Anda hanya mengenalnya dari dunia maya, dan tenggang waktu yang sempit untuk saling berhadapan. Mereka yang cukup mengenal langsung pun memiliki risiko tersebut, apalagi hubungan Anda yang lebih banyak dilakukan melalui dunia maya.(f)



