Sex & Relationship
Tak Perlu Malu Melajang, Wanita Berhak Menentukan Hidupnya Sendiri

16 Apr 2017


 
Status Bukan yang Utama
Sementara itu, wanita yang melajang tak selalu berarti enggan berkeluarga. Umumnya, mereka justru lebih cermat dalam menentukan apa yang mereka inginkan dalam sebuah hubungan, sehingga tak merasa dikejar usia biologis untuk menikah. Mereka juga bukan tipe yang demi status menikah maka rela bertahan dalam hubungan yang tak sehat.

Hasil penelitian London School of Economics (2015) juga mengungkap bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh wanita berusia di atas 30 tahun memiliki kecerdasan lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh ibu mereka yang cenderung berpendidikan dan berpenghasilan tinggi, memiliki hubungan yang lebih stabil dengan pasangannya, dan menjalani gaya hidup sehat. “Mereka juga umumnya merencanakan kehamilan mereka dan mendapatkan layanan kesehatan saat hamil lebih awal,” jelas peneliti Alice Goisis, sebagaimana dilansir The Independent.

Erna pun berpesan, berbekal kemerdekaan untuk berpikir dan menentukan pilihan, wanita tak perlu gentar akan keputusan mereka untuk melajang. Pandangan bahwa wanita yang tak memiliki pasangan dan keturunan adalah tidak sempurna justru harus digugat dan dirombak.
“Kapan dan dengan siapa mereka akan menikah, atau bahkan apakah mereka akan menikah atau tidak, sepenuhnya menjadi urusan mereka masing-masing,” ujarnya.

Pernyataan ini turut diamini Noni. Ia meyakini, Tuhan sudah mengatur rezeki bagi  tiap manusia, yang bentuknya bisa berbeda-beda. Menemukan pasangan hidup, kesempatan melanjutkan studi, dan karier yang menjanjikan, hanyalah beberapa contohnya, yang akan datang pada waktu yang tepat.

“Saya percaya tiap orang akan menemukan pasangan yang sepadan. Bila ada pria yang batal mendekati karena pendidikan atau karier saya dianggapnya terlalu tinggi, tak masalah,” katanya, ringan. Ia pun tak kalang kabut mencari pasangan hanya karena sudah memasuki usia kepala tiga. Dari kriteria pria idealnya, sebagian besar bisa dikompromikan, kecuali tiga hal: tidak melakukan kekerasan pada pasangan, setia, dan seiman.

Ketika hendak berbincang dengan seorang wanita lajang, status pernikahan adalah hal terakhir yang perlu dijadikan topik pembicaraan. Tanyalah bagaimana kabar mereka, apa yang sedang mereka kerjakan, atau rencana hidup mereka dalam waktu dekat.

“Saya juga senang mendapatkan pertanyaan yang menggugah intelektualitas, misalnya tentang buku yang sedang atau baru selesai saya baca. Atau pendapat saya tentang isu-isu sosial dan politik,” kata Jasmine.(f)


Baca juga:
Hindari Minder Karena Single
3 Hal yang Dihadapi Wanita yang Kembali Single
7 Alasan Lebih Baik Jadi Wanita Single


Topic

#single

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?