
Hubungan pernikahan kami terusik akibat pengakuan teman-teman kuliah suami yang memberi tahu bahwa semasa kuliah suami sering ke lokalisasi. Suami ternyata tak menyangkal. Saya merasa jijik, sakit hati, kecewa, sekaligus cemas ia akan mengulangi kebiasaannya ini.(R)
Kata Irma Makarim:
Kini, tergantung penerimaan Anda akan masa lalu suami. Apabila Anda terus fokus pada masa lalunya yang kelam, Anda akan terus dihantui rasa khawatir. Suami pun bisa merasakan keresahan Anda dan mengakibatkan memudarnya rasa saling percaya di antara Anda berdua.
Tiap orang memiliki masa lalu dan masa lalu tidak dapat diubah. Yang dapat Anda lakukan adalah berbuat terbaik untuk hari-hari yang Anda jalani saat ini, demi kebaikan rumah tangga. Anda perlu mengungkapkan segala unek-unek dan kecemasan Anda kepada suami.
Sesungguhnya, apa yang dilakukan suami di masa lalu, sebelum mengenal Anda, adalah urusan pribadinya. Anda seharusnya bisa membuka hati untuk memaafkannya. Hal ini memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Dengan iktikad baik berdua, mudah-mudahan hubungan Anda akan pulih kembali.
Kata Monty Satiadarma:
Tak ada seorang pun yang bisa menjamin bahwa suami Anda tidak akan mengulangi perbuatannya. Kenyataannya, selama ini tak ada bukti bahwa ia mengulangi perbuatannya. Ini bukti kesadarannya bahwa makna perkawinan dan hidup bersama Anda lebih penting.
Anda tak perlu merisaukan peristiwa bertahun-tahun lampau yang sebenarnya sudah ditinggalkan oleh suami. Makin Anda berusaha menghapusnya, makin Anda merasa terganggu. Bila hal ini terus berlanjut, hubungan Anda dan suami justru akan goyah.
Jika Anda menumbuhkan kecurigaan yang berlebihan, justru akan membuat hubungan Anda dengan suami menjadi makin tak nyaman. Kondisi ini akan membuka peluang bagi suami untuk kembali ke kehidupan lamanya. Sadarilah bahwa kebersamaan Anda selama ini telah memperbaiki kepribadian suami, menutup masa lalu negatifnya, dan menggantinya dengan kehidupan baru bersama Anda.(f)



