Sex & Relationship
Salah Paham Tentang Pre Nup

1 Apr 2016


Ketidakpahaman tentang fungsi prenup kerap membuat seseorang merasa tak nyaman. Seperti diakui Cempaka, awalnya ia membayangkan urusannya bakal repot. Belum apa-apa ia senewen memikirkan isi perjanjiannya. "Tadinya ada wacana untuk mencantumkan sampai detail, seperti siapa yang akan bayar uang sekolah, kalau kami bercerai bagaimana pembagiannya. Terbayang, pasti bakal enggak ada yang mau kalah. Tapi ternyata prenup pada dasarnya tidak untuk memisahkan harta. Jika ada kebutuhan lain, di luar itu, sebaiknya dibuat perjanjian lain," ceritanya. Ini membuatnya lega. 

Paham dengan fungsi prenup, saat dilamar, Winotia segera berpikir untuk membuat prenup. "Kami berdua lebih nyaman menggunakan istilah separation of assets agreement dibandingkan dengan prenup.  Hal ini dikarenakan kami berdua sepakat bahwa hal-hal yang akan diatur dalam perjanjian tersebut adalah  semata-mata mengenai pemisahan kepemilikan atas aset dan tidak akan mengatur hal-hal lainnya, seperti perceraian," ungkapnya. Apalagi, sebagai pemeluk agama Katolik, pernikahan adalah untuk seumur hidup dan perceraian adalah sesuatu yang dilarang.   

Prenup bagi kedua pasangan ini hanya merupakan hal administratif yang harus dipenuhi untuk memudahkan hidup di masa yang akan datang. Sama sekali tidak mengurangi rasa cinta di antara mereka. 

Tak lupa, kedua pasangan ini pun menjelaskan pada keluarga masing-masing tentang esensi dari perjanjian tersebut. Sehingga tidak ada prasangka dan ketidaknyamanan antar keluarga. 

Menurut pakar hukum Anita Zizlavsky SH, terkadang ada kliennya yang mencantumkan hal selain pemisahan harta, seperti suami harus memberi hadiah setiap ulang tahun pernikahan, istri harus selalu wangi, dan lainnya. "Itu, sih, lebay saja. Intinya bukan itu, kok. Jadi, tidak perlu takut untuk membuat prenup."

Apalagi, menurut Anita, membuat prenup tidak rumit. Cukup disahkan di notaris dan dicatatkan di KUA bagi yang beragama Islam, atau di catatan sipil bagi yang beragama selain Islam. Ini bisa dilakukan sebelum atau saat mencatatkan pernikahan. (f) 

 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?