
Baru-baru ini Washington Post merilis hasil studi yang mengulas keterkaitan erat antara tren turunnya jumlah pria yang menikah dengan meningkatnya jumlah situs pornografi gratis di internet. “Ketika pornografi digunakan untuk mendapatkan kepuasan seksual, maka kebutuhan pria untuk menikah akan tergantikan oleh keberadaan pornografi tersebut,” ujar salah satu tim peneliti, Dr. Michael Malcolm, profesor dari Universitas West Chester, Pennsylvania, Amerika Serikat. Setidaknya, hal inilah yang tergambar dari 1,500 lebih responden pria usia 18 – 35 tahun yang menjadi fokus studinya. (f)




