Sex & Relationship
Istri Lebih Bahagia & Produktif Setelah Punya Me Time, Ini Kata 5 Pria
5 Aug 2017

Foto: Dok. Pribadi
Joey Siagian (36) Kebebasan Milik Pasangan
Menurut saya, tiap orang perlu me time untuk bisa lepas dari rutinitas dan kejenuhan sehari-hari. Caranya bisa dengan mencari kesibukan baru atau sekadar refreshing. Saya pun tak melarang istri saya, Ricca Maramis (33), untuk memiliki me time, karena ini adalah hak istri untuk menikmati kebebasannya sendiri tanpa perlu diatur.
Apalagi saya paham, pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak yang masih kecil pasti melelahkan tiap harinya. Karena itu, apa pun kegiatan, waktu, dan tempatnya, ia bebas melakukan kesenangannya. Bahkan, ke luar kota ataupun luar negeri. Jadi, me time yang dilakukannya jangan diartikan sebagai kebijakan yang saya buat dalam rumah tangga kami, melainkan kebebasan yang harus dimiliki siapa saja. Bagi saya, istri adalah partner hidup, bukan karyawan.
Kalaupun dia ingin jalan ke salon atau hang out dengan teman-temannya, pasti dalam kondisi rumah dan anak-anak baik dan terjaga. Dia pun selalu mengomunikasikannya dengan saya terlebih dahulu. Dengan saling percaya pada prinsip kebebasan untuk me time, pernikahan yang kami bina selama 7 tahun malah makin mesra. (f)


