
Foto: Dok. GIK
Setelah lebih dari 2 tahun tutup karena pandemi yang melanda dunia, Galeri Indonesia Kaya (GIK) yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8, hadir dengan wajah baru untuk menyapa para penikmat seni. Meski begitu, tampilan baru GIK ini tetap mengangkat ke-khas-an Indonesia. Misalnya dalam hal interior, GIK mengangkat sentuhan rotan kekinian dengan motif pucuk rebung dan kembang tanjung, ada juga motif parang pada ceiling.
Dengan tampilan yang semakin istimewa, pengunjung GIK langsung disambut dengan tampilan digital multimedia yang menempel di dinding. Berbagai aplikasi terbaru dihadirkan dalam bentuk projection mapping dengan teknologi sensor yang interaktif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, terdapat 7 aplikasi yang terinspirasi dari ragam kekayaan Indonesia, antara lain: Bersatu Padu, Selaras Seirama, Sajian Rasa, Arundaya, Cerita Kita, Arungi, dan Pesona Alam.
Sedangkan dibagian dalam auditorium yang berkapasitas 150 orang ini didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis. Diantaranya panggung sebesar 13x3m dengan tiga buah screen dilengkapi proyektor utama 10.000 lumens dan projector pendukung 7.000 lumens, sound system dengan audio power mencapai 5000 watt, disertai dengan moving LED di atas panggung.

Foto: Dok. GIK
Tentunya dengan semua teknologi tersebut, para pekerja seni dan masyarakat umum dapat melakukan berbagai kegiatan seperti workshop, tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, pemutaran film, dan lain sebagainya untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam berbagai karya.
“Pandemi yang melanda dunia membuat banyak acara seni pertunjukan panggung ditiadakan. Namun, keadaan ini mendorong kami untuk berkreasi dalam menampilkan berbagai kegiatan bertema #DiRumahAja ke dalam medium ruang virtual (online) dan mendorong para pekerja seni untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini agar ekosistem industri seni pertunjukan tetap bertahan. Kesempatan ini juga menjadi momen bagi kami untuk melakukan renovasi untuk mempercantik Galeri Indonesia Kaya agar bisa tampil dengan wajah baru yang memberi kesegaran dalam dunia kreatif seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Untuk acara pembukaan kembali sekaligus pementasan perdana, GIK menghadirkan Tompi dan Sri Panggung (grup vokal wanita (trio) yang terdiri atas Galabby, Louise Monique, dan Jessica Januar) yang membawakan lagu-lagu daerah dengan pertunjukkan panggung yang luar biasa dan menghibur. Sesuai dengan tema besar konsep wajah baru GIK, Bhinneka Tunggal Ika, yang akan mewarnai pertunjukan sepanjang Mei ini.

Foto: Dok. GIK
Salah satu komposer kenamaan Indonesia, Erwin Gutawa yang hadir dalam acara peresmian kembali wajah baru GIK mengaku semakin bangga jadi orang Indonesia setelah menikmati pertunjukkan yang ditampilkan Tompi dan Sri Panggung. Ia pun berharap ke depanya GIK dapat terus men-support seni budaya Indonesia, karena lewat seni budaya bangsa Indonesia akan jauh lebih hebat.
Serupa dengan Ratna Riantiarno, pendiri Teater Koma, mengungkapkan, “Wajah baru Galeri Indonesia Kaya ini luar biasa. Penampilan Tompi luar biasa, Sri Panggung juga luar biasa. Semuanya sangat bagus dan menghibur. Harus sering-sering ngadain acara begini.”
Sejak diresmikan pada 2013, GIK telah menjadi rumah bagi para pekerja seni kreatif Indonesia untuk menampilkan berbagai karyanya. Setiap pelaku seni mauoun masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan auditorium GIK, baik untuk latihan maupun pertunjukan, dan tidak dipungut biaya.
Untuk dapat menggunakan semua fasilitas tersebut, masyarakat hanya perlu mengirimkan proposal program dan kegiatan yang mengangkat tema keIndonesiaan kepada tim GIK. Proses kurasi serta pengaturan jadwal pementasan dan promosi ditangani langsung oleh tim internal untuk kemudian dipilihkan program-program yang sesuai dengan konsep GIK.
“Semoga dengan kehadiran #GIKwajahbaru ini, dapat mendorong berbagai komunitas kreatif untuk menciptakan ide- ide baru dan mengembangkan lebih banyak lagi orang-orang kreatif di masyarakat Indonesia,” ungkap Renitasari.

Foto: Dok. GIK
Galeri Indonesia Kaya merupakan bentuk komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. GIK telah dikunjungi lebih dari 600.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 2.000 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. Selama itu pula, lebih dari 500 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, kunjungan budaya, dan sebagainya.
Sesuai dengan tema besar konsep wajah baru GIK, penikmat seni dapat menghadiri berbagai pertunjukan unggulan yang akan diselenggarakan setiap Sabtu, pukul 15.00 WIB dan akan ditayangkan keesokan harinya melalui akun YouTube IndonesiaKaya.
“Ini menjadi salah satu misi kami agar para penikmat seni yang berada di luar Jakarta dan sekitarnya dapat tetap menyaksikan berbagai pementasan di GIK secara virtual,” kata Renitasari.
Khusus untuk bulan Mei ini, tema Bhinneka Tunggal Ika akan mewarnai pertunjukan sepanjang bulan. Berikut adalah jadwal pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya pada bulan ini:
Sabtu, 13 Mei 2023 I 15.00 WIB
Bhinneka Tunggal Ika (Re-Opening Ceremony) bersama Tompi, Sri Panggung, Danang Suryonegoro
Sabtu, 20 Mei 2023 I 15.00 WIB
#IndonesiaKeren Electroma (Dewi Gita dan Kenny Gabriel) bersama Rafi Sudirman
Sabtu, 27 Mei 2023 I 15.00 WIB
Senandung Masa Masa Keroncong Musyawarah bersama Mia Ismi, Marsheilla Andries, Gusty Pratama dan Beyon Destiano
(f)
Baca Juga:
Bersama Nicholas Saputra, Happy Salma Sukses Gelar Pementasan Teater Sudamala: Dari Epilog Calonarang
Ligwina Hananto Sukses Mencuri Perhatian Lewat Stand Up Comedy Berbahasa Inggris
TEGAK SETELAH OMBAK, Monolog Happy Salma dalam Teater Musikal Inggit Garnasih
Faunda Liswijayanti
Topic
#pertunjukkan


