
Setelah lebih dari dua dekade lalu pernah dipentaskan, Teater Koma kembali mengangkat naskah Semar Gugat ke panggung pertunjukan. Pementasan kali ini menjadi pementasan yang ke-143 kalinya Teater Koma. Pementasan tersebut digelar di Gedung Kesenian Jakarta, mulai 3 hingga 10 Maret 2016, setiap pukul 19.30 WIB. Dan pukul 13.30 WIB pada hari Minggu.
Sebuah naskah interpretasi dari pewayangan yang dikemas dengan gaya bertutur yang segar, disisipi humor, joke yang masa kini, kritik sosial, dan akting yang menghibur. Semar Gugat bercerita tentang Kerajaan Amarta sedang geger. Menjelang pernikahan, Srikandi meminta mas kawin yang tak wajar kepada Arjuna. Arjuna harus memotong kuncung Semar di hadapan para tamu pernikahannya nanti. Meski awalnya keberatan, demi memenuhi janjinya sebagai ksatria, Arjuna tetap memenuhinya. Hal ini tentu saja merupakan penghinaan besar bagi Semar dan keluarganya. Padahal, hal itu merupakan ulah Betari Permoni yang merasuk ke dalam tubuh Srikandi.
Semar yang membawa kemarahan, akhirnya mengadu ke kahyangan. Permintaannya pun dituruti oleh para Dewa. Apa yang akan terjadi pada Amarta akibat kemarahan Semar? Mampukah Semar kembali bersikap bijak sebagaimana layaknya seorang Semar sang pengayom?
Aksi panggung ini diramaikan pula oleh penampilan Cornelia Agatha, yang berperan sebagai Betari Permoni. “Teater Koma, menjadi tempat saya untuk belajar seni peran. Disini saya mendapat banyak ilmu yang dapat saya terapkan ketika saya berakting di atas panggung maupun layar televisi dan saya menikmati setiap proses kreatif dalam produksi teater,” ungkap Cornelia.(f)



