Kisah cinta tak sampai selalu menarik untuk diikuti. Tak terkecuali kisah klasik Sampek Engtay yang pertama kali dipentaskan Teater Koma tahun 1988. Walaupun sudah pernah naik panggung selama 17 kali sepanjang 25 tahun, penonton sepertinya masih belum bosan menyaksikan lakon cinta ini lagi dan lagi. “Kisah Sampek Engtay merupakan lakon yang paling sering dimainkan oleh Teater Koma, telah disaksikan oleh puluhan ribu penonton dari generasi ke generasi, dan masih mendapat respons positif,” ungkap N. Riantiarno, sutradara dan penulis naskah Sampek Engtay.
Tak hanya penontonnya saja yang mengalami regenerasi, pemain utamanya juga dimainkan oleh orang muda. Sari Madjid yang telah memerankan Engtay dari tahun 1988, diganti oleh Tuti Hartati. Begitu pula peran Sampek yang dulunya dimainkan oleh Idries Pulungan, tahun ini diperankan oleh Ade Firman Hakim.
Nama Teater Koma seakan menjadi ‘jaminan mutu’ untuk sebuah pertunjukan berkualitas. Kostum yang memikat, akting prima para pemain, termasuk humor segar yang sukses membuat penonton terpingkal-pingkal, koreografi apik, mewujudkan satu pentas lengkap yang sayang dilewatkan. Sama seperti kisah cinta Sampek Engtay yang juga ‘lengkap’ dengan tawa dan air mata. Anda masih punya kesempatan untuk menyaksikan lakon cinta yang berlangsung dari tanggal 13 Maret – 23 Maret 2013 di Gedung Kesenian Jakarta. Rugi kalau sampai tidak menonton!
Rully Larasati


