Meskipun berusaha keras suatu hubungan bertahan lama, mungkin masih ada perilaku kita yang malah menghalangi peluang suksesnya suatu hubungan. Sabotase #1: Si Dia Unavailable
Status unavailable di sini bukan berarti kita jalan dengan cowok yang sudah berpasangan—yang pastinya sudah nggak bisa diganggu gugat lagi, dong. Tapi artinya cowok-cowok ini tidak hadir secara emosional—yang berakibat kurangnya komitmen dia pada hubungan.
Umumnya, nih, mereka bersikap acuh tak acuh pada pasangan. Kita bakal kesulitan menghubunginya. Kalaupun meninggalkan pesan atau berjanji telepon balik, dia baru melakukannya dalam jangka waktu yang lama. Atau sering lupa jika berjanji.
Bisa juga kalau si dia ternyata masih mengingat-ingat mantannya. Ketahuannya ketika sesekali membandingkan kita atau kepergok memandangi foto si mantan. Percaya, deh, cowok yang sungguh-sungguh menyukai kita bakal mengingat dan menghargai kita dalam kondisi apapun, tsunami, badai, atau klub sepakbola kesayangannya kalah. Kalau nggak, langsung akhiri sebelum kita membuang waktu lebih banyak lagi.
Sabotase #2: Menerima Perilaku Buruk
Apakah kita sering berlapang dada menerima perilakunya yang menyakiti atau bikin kita nggak nyaman? Misal, si dia tetap merokok meski tahu kita anti rokok atau nggak pernah minta maaf meski dia tahu telah berbuat salah.
Mungkin kita bakal bilang, “Nobody's perfect.” Lalu kita merasa harus fleksibel menerima apapun sifat atau perilakunya. Alasannya, demi kelanggengan hubungan. Padahal sebenarnya dia tidak menghargai kita.
Coba pikirkan lagi, apakah kita happy dengannya? Apakah tindakannya setiap saat mengutamakan kesenangan kita? Jika tidak, tandanya kita menjauhkan diri dari cinta yang sepantasnya didapatkan. CC


