‘Tidur’, yuk!
Kita mungkin aja punya rasa sayang yang besar banget pada si dia. Semua yang kita cari dari cowok, ada di dirinya. Si dia pun tampaknya serius menjalani hubungan dengan kita.
Hati-hati, perasaan berlebih seperti ini mungkin bisa jadi jebakan buat kita sendiri. Misalnya si dia mulai mengajak kita bermesraan lebih dari batas wajar. Lebih baik jangan pikir dua kali, deh, segera ambil langkah seribu darinya. Sudah jelas, si dia cuma ingin memuaskan nafsunya saja, tuh.
Satu keyakinan
Nggak salah, kok, kalau kita pacaran dengan cowok yang beda keyakinan. Selama nggak bikin kita dan si dia merasa bersalah—apalagi menyesal, dan kita tetap bisa berpikir positif serta melanjutkan hubungan. Lain hal jika si dia memaksa kita untuk mengikuti keyakinannya. Sebagai orang yang punya prinsip, hal seperti ini jangan bikin kita goyah, dong—kecuali memang atas kemauan kita sendiri a.k.a tanpa paksaan si dia, ya.
Milik bersama
Senangnya kalau si dia sering membanjiri kita dengan hadiah-hadiah yang kita sukai. Lebih heboh lagi, si dia berniat ‘menghadiahi’ hubungan kita dengan cara kredit bareng motor baru.
Saat ini, ide tersebut mungkin terlihat masuk akal dan romantis. Tapi coba pikir lagi. Jika kita dan si dia putus, bakal ribet urusannya. Siapa yang berhak atas motor tersebut dan siapa yang bakal bertanggungjawab melunasi cicilannya? CC




