Hampir semua jenis olahraga sudah dicoba. Senin yoga, Selasa dan Rabu sibuk di gym, sedangkan Kamis dan Jumat diisi joging atau renang.
Tapi, kesalnya lagi, berat badan kita bukannya turun, malah makin gemuk. Jangan protes dulu, ini penyebabnya.
Kurang tidur
Cek pola tidur kita, jika setiap hari kita kurang tidur pantas saja berat badan susah turun. Kurang tidur akan merangsang hormon kita untuk makan lebih banyak.
Sistem pencernaan pun tidak akan bekerja maksimal, akibatnya tidak semua nutrisi diserap oleh tubuh. Nggak heran jika kita lapar terus.
Asal makan
Nafsu makan kita jelas pasti meningkat selesai berolahraga karena sudah mengeluarkan banyak energi.
Namun jika setelah olahraga kita mengisi perut dengan makanan kaya karbohidrat, efeknya memang mengenyangkan, tapi tubuh akan mengirimkan sinyal lapar dalam satu jam kemudian. Kurangi konsumsi gula dan ganti porsi karbo Anda dengan protein.
Memilih isotonik
Minuman isotonik memang segar, tapi jika olahraga kita hanya memakan waktu 30 menit hingga 1 jam, tubuh kita belum memerlukannya. Terlalu sering minum minuman isotonik hanya menambah kadar gula dalam tubuh kita.
Minim gerak
Melakukan gerakan yang itu-itu saja (dengan intensitas dan waktu yang sama) hanya memberikan efek fit bagi tubuh, bukan membentuk otot. Jika ingin ada perubahan dalam bentuk tubuh, lakukan gerakan yang lebih menantang dibandingkan sebelumnya. Misal, jika hari ini kita hanya joging 1 km, berarti besok harus ditambah menjadi 2 km plus angkat beban. (SM/FOTOSEARCH)


