Reviews
Cerita Sedih Jadi Refleksi Diri Kami, Ini Kata 3 Sahabat Femina

30 Nov 2017

 

Indah Handayani, 33, Jurnalis, Jakarta
Harus Curi Waktu Demi Nonton Film

Hobi menonton film sudah ada sejak saya kecil. Tidak seperti kebanyakan orang, saya justru bukan penggemar film-film Hollywood. Film Hollywood, menurut saya, membosankan, karena tokohnya selalu menang, dan kurang mengaduk emosi. Kecuali untuk film A Walk To Remember (2002) dan The Notebook (2004), yang menurut saya bagus.

Saya memang lebih menyukai film drama melankolis. Pokoknya, kalau enggak bisa bikin nangis, film itu enggak bagus di mata saya. Film-film yang menyentuh seperti ini banyak yang diangkat dari kisah kehidupan sehari-hari, membuat kita jadi berpikir tentang realitas hidup, bahwa hidup sering kali tidak semanis akhir film-film Disney.

Ada salah satu film drama yang berkesan bagi saya, yaitu A Man and a Woman (2016),  yang dibintangi oleh Gong Yoo, aktor Korea paling populer saat ini. Berkisah tentang dua insan yang saling jatuh hati, tapi keduanya sudah menikah. Tentu saja cinta terlarang mereka tak bisa bersatu.

Jujur saja, saya pernah mengalami sendiri kisah putus cinta yang menyakitkan sehingga menonton film-film ini membuat saya seperti berkhayal menikmati kisah percintaan saya sendiri. Mungkin ini yang jadi kunci sukses film drama Korea, mereka menjual kisah kehidupan yang banyak dialami penontonnya.

Selanjutnya: Tiap Hari Nonton Dua Film
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#ceritasedih, #film, #psikologi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?