Reviews
28 Years Later: The Bone Temple, Ketika Manusia Lebih Mengerikan dari Zombi

14 Jan 2026

Ian dan Samson, zombi Alpha yang lama-lama jadi temannya. Untuk memerankan Samson, Chi Lewis-Parry mengenakan prosthetic body suit yang proses memasangnya hingga delapan jam! Foto: Sony Pictures Releasing


Film 28 Days Later tahun 2002 karya Danny Boyle memberi warna baru tentang film genre horor thriller post-apocalyptic. Setelah film ketiganya dirilis tahun lalu, 28 Years Later, film keempat ini langsung melanjutkan ceritanya, dan proses syuting berjalan back-to-back.

Ada dua cerita utama dalam 28 Years Later: The Bone Temple dari para tokoh di film sebelumnya, yaitu tentang Spike (Alfie Williams) dan Jimmy Crystal (Jack O’Connell) beserta kelompoknya, juga tentang Dr. Ian Kelson (Ralph Fiennes) dan Samson (Chi Lewis-Parry).

Di akhir 28 Years Later, Spike, remaja dari kelompok penyintas wabah Rage Virus di Pulau Lindisfarne, yang pergi ke daratan Inggris, diselamatkan kelompok yang dipimpin Jimmy Crystal.

Spike yang bertahan di tengah kelompok penyintas sadis, para Jimmy. Foto: Sony Pictures Releasing

Ternyata Spike mesti melakukan pertarungan hidup-mati dari salah satu dari “Jimmy” alias “jari,” sebutan Jimmy Crystal untuk anak buahnya yang semua bernama Jimmy, agar mendapatkan tempat di kelompok itu. 

Jimmy dan kelompoknya adalah penyintas sekaligus penjarah yang sadis, yang mendefinisikan “derma” sebagai penyiksaan, dan selalu menyebut tindakannya atas nama ayahnya, “Nick Tua,” alias iblis.

Di sisi lain dari tempat kelompok Jimmy mengembara ada Ian Kelson yang melakukan eksperimen dengan manusia terinfeksi atau zombi ‘Alpha’ karena terlihat lebih cerdas yang ia beri nama Samson. 

Suntikan morfin dan ramuan lain membuat Samson ‘jinak’ dan bisa jadi teman bagi Ian. Ian ingin mengembalikan ingatan Samson sebelum ia terinfeksi, namun persediaan morfin dan obat-obatan untuk ramuannya nyaris habis.

Ketika Ian berlagak jadi iblis di depan ‘kuil tulang belulang’ yang dibangunnya. Foto: Sony Pictures Releasing

Seperti ditunjukkan dalam 28 Years Later, Ian membangun monumen dari tulang tengkorak manusia korban zombi, sebagai bentuk kenangan.

Ketika salah satu Jimmy (Erin Kellyman) melihat Ian dan monumennya itu, ia menganggap Ian adalah Nick Tua.

Film yang disutradarai oleh Nia DaCosta (The Marvels; Hedda) ini berdasarkan skenario oleh Alex Garland, yang menulis film pertama dan ketiga.

Meski diwarnai adegan sadis saat zombi memakan manusia (lebih baik tutup mata kalau toleransi rendah!), film ini lebih menonjolkan sisi kemanusiaan dari beberapa POV.

Spike, yang hanya bisa ketakutan sambil bertahan hidup, adalah korban keadaan. Ia melepaskan perempuan hamil yang keluarganya disiksa Jimmy, dan berusaha kabur dari kelompok ini.

Sementara itu, Ian terus mencari solusi untuk menyembuhkan wabah ini melalui eksperimennya pada Samson, hingga akhirnya ia bertemu Jimmy Crystal.

Jimmy dan para jarinya yang mengabdi total meski tidak tahu hal sebenarnya di balik Jimmy. Foto: Sony Pictures Releasing

Film ini dihiasi lagu-lagu jadul dari musisi Inggris (ceritanya berdasarkan playlist koleksi Ian) seperti Ordinary World dan Rio dari Duran Duran, serta The Number of Beast dari Iron Maiden untuk adegan pamungkas yang epik.

28 Days Later: The Bone Temple tayang di bioskop Tanah Air mulai hari ini, 14 Januari 2026. (f)

Baca juga:
Anaconda 2025: Ketegangan dan Komedi di Hutan Amazon Bersama Paul Rudd dan Jack Black
Avatar: Fire and Ash, Saga Keluarga Sully di Babak Kelam Pandora
Dalam Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery, Benoit Blanc Tak Perlu Intervensi Ilahi


 

Zornia Harisantoso


Topic

#reviews

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?