Bidikan Grego Gery menangkap energi kelima Pemenang Wajah Femina 2025. Foto: Dok. Femina/Grego Gery, Dok. Grego Gery
Pagi itu di Skala Rental Studio, suara tawa dan shutter kamera berpadu dalam harmoni lembut. Di balik lensa, Grego Gery menatap satu per satu wajah baru Pemenang Wajah Femina 2025, menemukan keberanian di balik penampilan, ketulusan di balik pose. Setiap jepretan menjadi kisah kecil tentang cahaya, mimpi, dan perjalanan menuju percaya diri.
Menangkap momen
Di tengah suasana hangat pada pemotretan sampul digital Femina yang berlangsung bulan lalu itu, Gery tampak tenang di balik kamera. Senyumnya ramah saat memberi arahan kepada para Wajah Femina 2025.“Aku suka kalau model bisa mengekspresikan diri dengan bebas, enggak terlalu diatur,” ujarnya sambil menyesuaikan pencahayaan untuk pemotretan cover.
Bagi Gery, setiap sesi pemotretan adalah perjalanan menemukan kejujuran dan keberanian dari seseorang.
Lulusan dunia kreatif ini bukan nama baru di dunia fotografi fashion. Ia pernah terlibat dalam berbagai projek besar, termasuk di Indonesia’s Next Top Model Cycle 3 (2022) dan kampanye beberapa rumah mode internasional di Indonesia.
“Buatku, highlight karier itu bukan soal seberapa besar namanya, tapi ketika hasil karyaku terpajang di billboard atau majalah. Rasanya kayak, ‘Wah, ini hasil kerja keras gue,’” ucapnya dengan tawa kecil.
Gery bukan tipe fotografer yang gemar bersembunyi di balik konsep besar. Ia percaya bahwa pencahayaan adalah kunci yang bisa menghidupkan emosi dalam gambar. “Biasanya konsep datang dari tim pengarah gaya atau klien, tapi lighting itu wilayahku. Dari cahaya, kita bisa menentukan suasana, karakter, bahkan ‘jiwa’ dari foto itu sendiri.”
Pengalaman bekerja di berbagai kompetisi dan agensi membuatnya terbiasa dengan berbagai karakter model, dari profesional hingga yang baru pertama kali berada di depan kamera.
“Kesulitannya justru ketika model masih baru. Mereka biasanya malu-malu dan kaku. Tapi ketika mereka mulai percaya diri dan aku kasih semangat, tiba-tiba energinya berubah,” ungkap fotografer, yang pernah memotret Tissa Biani untuk sampul digital Femina.
Menurut Gery, itulah bagian paling menyenangkan dari pekerjaannya, melihat seseorang tumbuh percaya diri di depan lensa. “Aku suka ketika mereka sadar, ‘Oh ternyata aku bisa tampil seperti ini.’ Di situ ada momen kebahagiaan tersendiri.”
Menangkap momen autentik dengan fokus dan ketelitian adalah kunci hasil foto terbaik Grego Gery. Foto: Dok. Femina/Nidia Okta ZuhayrSoal rasa dan intuisi
Jika harus mendefinisikan gaya fotografinya, Gery menyebut dirinya sebagai fotografer yang bold, raw, dan sedikit “berantakan”. Ia menjelaskan dengan antusias, “Bold itu tajam dan berani. Raw itu bebas, enggak diatur banget. Dan berantakan dalam tanda kutip, kayak party tapi tetap [hasilnya] editorial.”Menariknya, gaya fotografi yang penuh energi ini justru lahir dari pribadinya yang introver.
“Aku enggak suka keramaian, tapi dalam kepala aku banyak ide liar,” katanya sambil tertawa. “Mungkin alter ego-ku keluar lewat karya. Aku suka memotret di jalan, di pasar, di tempat yang enggak terlalu rapi tapi punya cerita. Itu bikin foto hidup.”
Namun, seiring waktu, ia belajar untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien. “Sekarang aku lebih fleksibel. Kadang style-nya harus lembut, kadang komersial. Tapi aku tetap sisipkan sentuhan khasku—dari lighting dan ekspresi modelnya.”
Dalam sesi pemotretan Wajah Femina 2025, Gery tampak begitu menikmati interaksinya dengan para peserta. Ia mengamati, memberi saran, bahkan sesekali menunjukkan pose yang bisa membuat mereka terlihat lebih kuat.
“Senang banget bisa kerja sama lagi dengan Femina,” ujarnya. “Aku bisa lihat beragam karakter di sini [dari Pemenang Wajah Femina 2025]. Ada yang [cocok untuk] , ada yang aktris, ada yang model banget. Semuanya punya warna sendiri.”
Baginya, pertemuan dengan talenta-talenta baru ini adalah pengingat bahwa dunia fashion Indonesia terus berkembang. “Aku suka membantu mereka yang baru mulai. Kadang mereka enggak tahu potensi mereka sendiri. Tapi begitu mereka berani mencoba, hasilnya luar biasa. Dan itu menyenangkan banget buatku.”
Gery percaya bahwa foto bukan sekadar soal teknik, tapi juga soal rasa dan intuisi. “Fotografi itu seni menangkap momen, tapi juga seni memahami orang,” katanya menutup perbincangan. “Kalau modelnya bisa jujur di depan kamera, hasilnya akan selalu punya nyawa.”
Bagaimana komentar kamu atas hasil pemotretan sampul digital Pemenang Wajah Femina 2025 karya Grego Gery? (f)
Baca juga:
Positive Vibes Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawasi Laisha Ramadhania
Pemenang II Wajah Femina 2025, Alfath Alima Hakim, Ingin Suarakan Keberlanjutan dan Keberdayaan
Rasa Ingin Tahu Bawa Ayesha Felice Nayyara Zain Jadi Pemenang III Wajah Femina 2025
Laili Damayanti
Topic
#WajahFemina2025, #GregoryGerry, #DigitalCoverFemina




