Profile
Silvia Halim Mengurai Kekusutan Jakarta

5 Sep 2018


Tak Ada Yang Tak Mungkin

Setelah cukup lama tinggal di Singapura, Silvia memilih meninggalkan zona nyamannya sebagai Project Manager Road Projects Group, Land Transport Authority (LTA) Singapura. Fakta bahwa proyek infrastruktur ini akan membawa dampak yang besar pada masyarakat, khususnya Jakarta, jadi alasannya bergabung.
 
“Ini yang paling saya sukai, bagaimana saya melihat MRT akan memiliki dampak yang besar bagi masyarakat dan positif. Saya juga mendapat kesempatan untuk ikut berpartisipasi membuat perubahan bagi kehidupan banyak orang Jakarta,” katanya, tersenyum. Dalam memimpin timnya, alumnus SMA Don Bosco II Pulo Mas, Jakarta, ini menekankan pentingnya kolaboratif. “Yang terbaik adalah membuat semua anggota tim terlibat dalam membuat keputusan.”
 
Ia percaya, ketika orang terlibat dalam pembuatan keputusan, mereka merasa memilikinya sehingga mau melakukan yang terbaik. Ia juga menemukan cara terbaik untuk membuat orang lain menyelesaikan pekerjaan, yaitu dengan memercayai orang itu. Ketika itu bisa dilakukan, hasil yang baik akan didapat.
 
Selama menggeluti dunia konstruksi yang didominasi pria, Silvia tidak merasa adanya diskriminasi. Meski begitu, ia harus membuktikan diri setiap waktu bahwa sebagai wanita ia bisa menyelesaikan pekerjaan yang sama dengan pria. “Mungkin ada persepsi, wanita mana mau kerja ke lapangan, atau memang kuat jalan jauh atau kuat dengan kondisi lapangan lainnya. Persepsi itu salah, dan tidak berlaku untuk saya. Saya bisa bekerja dengan segala kondisi di lapangan, dengan kolega yang laki-laki, yang cara berbicaranya mungkin blak-blakan.”
 
Bagi Silvia, gender bukan lagi faktor penting di industri konstruksi. Kini makin banyak wanita menggeluti industri ini. “Saya hanya salah satu dari mereka, dan bukan satu-satunya wanita yang bisa mencapai level ini. Jumlah wanita di konstruksi masih di bawah pria, tapi angkanya terus bertambah,” katanya.
 
Bukti lain, dalam Direktorat konstruksi PT MRT Jakarta yang ia pimpin, 26% teknisinya wanita. Secara keseluruhan, pekerja wanita PT MRT Jakarta, mencapai 25%. Kepala Department Civil Engineering, Kepala Department Railway Engineering, dan Kepala Divisi Operasional MRT di MRT Jakarta, semuanya wanita Baginya, tak ada yang tak mungkin dilakukan wanita, termasuk di dunia konstruksi. Namun ia mengingatkan, tidak ada hal yang datang dengan mudah. Butuh usaha dan kerja keras untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Seiring waktu, pasti banyak gangguan. Tapi, sekali Anda memiliki tumpuan itu (passion, values, cita-cita atau goal, apa pun itu), Anda akan kembali mengejar tumpuan tersebut,” ujar Silvia.
 
“Jangan pernah berhenti belajar. Dan yang terpenting, mengingatkan diri sendiri bahwa ‘saya bisa’! Kalaupun gagal, coba lagi,” tutupnya. (f)

Baca Juga:

Raline Shah, Mandiri Lewat Akting
Najwa Shihab dan Tantangan Jurnalistik Baru
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#WanitaKonstruksiKuat, #SiapaBilangGakBisa

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?