Panggilan Hati
Nyaris 30 tahun Nana mengabdikan kompetensinya sebagai pengajar di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Fokus keahliannya meliputi topik Kosmologi dan Ekstra Galaksi, Astrofisik Relativistik, dan Sejarah Sains, termasuk Filosofi Sains, serta Relasi antara Sains dan Agama. Hasil riset dan publikasi ilmiahnya telah menjadi referensi di dalam dan luar negeri.
Pada Maret 2017, IAU mengabadikan namanya sebagai nama asteroid berukuran 10,58 km, yang mengorbit di antara Mars dan Jupiter. Sebelumnya, ada 4 mantan kepala Observatorium Bosscha yang namanya diabadikan sebagai nama asteroid oleh IAU. Ini menjadi pengakuan dunia terhadap kualifikasi dan kontribusi ilmuwan astronomi Indonesia.
“Saya sangat terkejut saat tahu ini, dan ingin membagikannya bersama teman-teman sekerja. Saya jadi menyadari bahwa usaha pendidikan yang kami lakukan dianggap penting dan memberi makna,” ujar wanita yang sejak tahun 2007 mengasuh Universe Awareness (UNAWE) Indonesia.
Lembaga ini memberikan pendidikan astronomi pada anak-anak (usia 4-10 tahun) dari keluarga kurang mampu. Sejak tahun 2013, bersama rekan dosen ITB dan alumni ITB 1983, ia menggiatkan program penguatan guru STEM, kini STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics).
“Krusial sifatnya menyiapkan generasi muda kita dalam mengejar ketinggalan dan menjawab tantangan bangsa yang semakin besar,” ungkap wanita yang bersama Tim Proyek Observatorium Nasional di Timor, menggerakkan pendidikan dan pengembangan masyarakat di sekitar lokasi.
Topic
#wanitahebat


