Love Forever. (Foto : Citra Narada Putri | Femina Media)
Walau kebanyakan karyanya menggunakan warna-warna terang yang mencuri perhatian, ternyata Yayoi juga sempat mengalami fase dimana ia mengeksplorasi seni dari sisi hitam putih. Rangkaian karya seni Love Forever ini yang ia buat tahun 2004 sampai 2007 ini berisi puluhan lukisan dengan gambaran mata, polkadot, profil wajah, garis hingga bunga-bunga dalam tone warna monokrom. Ini juga menunjukkan sisi baru dalam kekaryaan Yayoi Kusama.
Setelah dimanjakan dengan seni hitam putih ruangan yang dipenuhi karya My Eternal Soul (2009) kembali menyalakan jiwa seni dengan warna-warna yang lebih dinamis. Sebagai salah satu seri lukisan terbesarnya, Yayoi banyak mengeksplor motif abstrak dengan gambar bunga, mata, profil wajah, polkadot dan jaring, yang berdampingan dengan instalasi-instalasi patung lunak penuh warna dengan berbagai macam bentuk.
Salah satu yang tak boleh terlewatkan ketika mengunjungi pameran ini adalah proyek interaktif Obliteration Room. Namun, Anda harus menggunakan eskalator untuk naik ke lantai 6, dimana akan ditemukan sebuah ruangan serba putih. Di sini Anda akan diberikan stiker polkadot dengan berbagai warna dan ukuran, untuk nantinya Anda tempelkan di dinding atau objek apapun yang Anda suka secara bebas. Instalasi seperti ini telah dipamerkan di lebih dari 15 negara.
Bagi yang bertanya-tanya mengapa Yayoi begitu mencintai polkadot hingga hampir disematkan pada setiap karyanya, polkadot-polkadot tersebut adalah aura yang ia lihat di seputar objek yang menurutnya berbicara ketika ia mengalami halusinasi. Maklum saja, Yayoi memiliki rekam jejak mengidap sejumlah kondisi mental seperti bipolar disorder, obsessive compulsive disorder, schizophrenia hingga Basedow’s disease.
Seni pun seakan menjadi bagian dari terapinya. Ia ingin para penikmat seni merasakan apa yang ia lihat dan alami ketika halusinasinya berterbangan dalam imajinya.
Pameran pertama Yayoi Kusama di Indonesia ini akan dipamerkan pada 12 Mei hingga 9 September di Museum MACAN. Kurang lebih ada sekitar 130 karya eksentris yang ia buat selama 70 tahun kariernya sebagai seniman.
Museum MACAN adalah lokasi ketiga dan terakhir dalam tur pameran internasionalnya, setelah National Gallery Singapore dan Queensland Art Gallery | Gallery of Modern Art (QAGOMA). Ini jadi sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. (f)
Baca Juga :
Pameran Yayoi Kusama Pertama di Indonesia
Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN): Wajah Baru Ruang Seni Modern
Pameran Pertama Maestro Sastra Indonesia, Pramoedya Ananta Toer
Topic
#yayoikusama



