Sudah susah payah ikut ujian saringan masuk, mengeluarkan biaya dan tenaga yang nggak sedikit, eh ujung-ujungnya malah drop out. Jangan sampai, ah. Yuk, kenali penyebab drop out dan solusinya.Keasyikan kerja
Dapat pekerjaan saat masih berstatus mahasiswa? Wah, asyik banget. Saat teman-teman masih mengandalkan biaya dari ortu, kita sudah mandiri. Biasanya, sih, saking asyiknya bekerja, kita lupa kalau kuliah sudah beres. Tahu-tahu sudah di ambang deadline batas waktu kuliah alias nyaris drop out.
Buruan atasi:
Salah banget kalau kita beranggapan menyelesaikan kuliah nggak penting karena sudah punya pekerjaan. Percaya, deh, karier kita bakal mentok kalau nggak punya ijazah. Jika benar-benar keteteran, relakan dulu pekerjaan yang kita jalani untuk kembali ke kampus. Namun, jika sekiranya mampu, bicara dengan atasan dan utarakan bahwa Anda akan menyelesaikan kuliah dan meminta izin untuk dipermudah.
Mentok skripsi
Tinggal selangkah lagi, tapi kok 'printilan-printilan' skripsi bikin kita malas mengerjakan. Mulai dari judul yang ditolak melulu, bahan yang sulit dicari dan narasumber yang supersibuk.
Buruan atasi:
Tiap mahasiswa pasti mengalami hambatan saat pengerjaan skripsi, cuma tingkat kesulitannya berbeda. Jangan nyerah, dulu ah, ingat sudah sampai akhir perjuangan! Jangan malas untuk konsultasi dan curhat kepada teman yang bisa diandalkan.
Dosen bermasalah
Rasanya apapun yang kita lakukan selalu salah di mata dosen. Sebaiknya hindari bersitegang dengan mereka. Bisa saja mereka jadi rintangan besar saat menyelesaikan kuliah. Apalagi jika tiba-tiba ditunjuk jadi dosen pembimbing kita.
Buruan atasi:
Langkah pertama minta maaf kepadanya. Kalau sudah minta maaf tetap dipersulit, konsultasi dengan dosen wali atau ketua jurusan tentang masalah kita. Jika memungkinkan, minta agar dosen pembimbing diganti saja.
Terlalu aktif
Pilihan kegiatan dan organisasi yang begitu beragam, bisa membuat kita kalap dan ingin mengikuti semuanya. Memang bagus karena bisa mendapat pengalaman dan network yang berguna kelak. Tapi terlalu sibuk berkegiatan di luar kuliah akhirnya bikin kuliah keteteran.
Buruan atasi:
Harus pandai mengatur waktu dan prioritas. Bicarakan dengan para staf organisasi mengenai keinginan kita fokus kuliah dan akan mengurangi kegiatan. Pasti bakal mengerti, kok!
Nggak sesuai minat
Bisa jadi karena suruhan ortu atau ikut-ikut teman, kita jadi pilih jurusan yang sebenarnya nggak diminati. Bahayanya kalau mogok di tengah jalan dan terancam drop out.
Buruan atasi:
Cari kegiatan di luar kuliah yang sesuai dengan minat kita. Dengan begitu kita tetap punya 'pelampiasan' saat pelajaran di kampus mulai menyebalkan. Cari juga sisi positif dari jurusan yang kita pelajari, dan yakinkan diri jika kelak akan ada gunanya. CC


