Money
Strategi Investasi Agar Dapat Membeli Rumah Tahun Depan

1 Sep 2016


Foto: Fotosearch

Dalam mengalokasikan dana-dana investasi untuk tujuan jangka pendek dan jangka panjang, Anda harus menentukan prioritas dari tujuan-tujuan finansial Anda. Prioritas ini ditentukan dari financial life cycle seseorang. 

Tanya:
Tyo dan Sari memiliki satu anak. Keduanya memiliki penghasilan per bulan sekitar Rp25 juta. Tyo dan Sari berencana membeli rumah seharga Rp600 juta di kawasan Depok, Jawa Barat, tahun depan. Bagaimana strategi investasinya agar mereka dapat   membeli rumah impian mereka?
 
Jawab:
Mayoritas bank mensyaratkan pembayaran down payment (DP) minimal 30% dari harga rumah untuk pengambilan Kredit Pembelian Rumah (KPR). Jadi, prioritas utama saat ini adalah mengumpulkan Rp180 juta sebagai DP rumah. Dengan asumsi mereka belum memiliki simpanan untuk pembayaran DP ini, maka mereka tentu membutuhkan waktu lumayan panjang untuk mengumpulkannya.
           
Perkiraan saya, masa satu tahun tidak cukup untuk mengumpulkan DP sebesar itu. Jadi, saya menyarankan agar mereka menunda satu tahun lagi untuk membeli rumah itu. Jika harga rumah tersebut saat ini adalah Rp600 juta, dengan rata-rata kenaikan 12%, maka dua tahun lagi harga rumah tersebut menjadi Rp752 juta. Maka, DP-nya pun akan meningkat menjadi Rp226 juta. Pengajuan KPR biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan hingga disetujui, jadi mereka memiliki ekstra waktu untuk menabung.
           
Berikut ini cara-cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan DP-nya:
Menabung 30% dari gaji selama 27 bulan27 x Rp7,5 juta         = Rp202,5 juta
Bonus tahunan                                          2 x Rp25 juta             = Rp50 juta

Total                                                                                           =Rp277,5 juta
 
Dikurangi DP, plafon kreditnya adalah Rp474,5 juta. Jika mengambil KPR selama 10 tahun dengan rata-rata suku bunga tahunan 10%, maka cicilan KPR per bulan adalah sekitar Rp6,3 juta. Dengan penghasilan Rp25 juta dan batas maksimal cicilan utang adalah 1/3 dari penghasilan, besar cicilan tersebut masih sehat untuk keluarga Anda.
 
 
Tanya:
Wina, seorang wanita lajang, memiliki penghasilan Rp10 juta. Ia ingin membeli apartemen seharga Rp375 juta. Bagaimana perhitungan keuangannya agar Wina bisa mewujudkan keinginan tersebut?
 
Jawab:
Untuk dapat mengajukan KPA (Kredit Pembelian Apartemen), Anda harus memiliki DP 30% atau sebesar Rp112,5 juta. Sepertinya Anda membutuhkan waktu cukup panjang untuk mengumpulkan DP tersebut. Ada dua pilihan yang bisa Anda ambil, yakni menunggu sekitar 3-4 tahun untuk membeli apartemen yang Anda inginkan atau mencari opsi lain yang harganya lebih terjangkau.
           
Jika Anda tetap ingin bertahan dengan pilihan pertama, perkirakan kenaikan harga apartemen sekitar 12% per tahun. Berarti, 4 tahun lagi harga apartemen yang Anda inginkan menjadi Rp590 juta. Dengan begitu, DP yang dibutuhkan minimal adalah Rp177 juta, dan Anda punya masa 51 bulan untuk mengumpulkannya.
           
Berikut ini strategi untuk mengumpulkan DP-nya:

Menabung 30% dari gaji selama 51 bulan51 x Rp3 juta =Rp153 juta
Bonus tahunan                   4 x Rp10 juta                         =Rp40 juta

Total                                      =Rp193 juta
 
Dikurangi DP, plafon kreditnya adalah Rp397 juta. Jika mengambil KPA selama 12 tahun dengan rata-rata suku bunga tahunan 10%, maka cicilan KPA per bulan adalah sekitar Rp4,7 juta. Jika berdasarkan gaji saat ini Rp10 juta, maka Anda hanya boleh memiliki cicilan utang Rp3,3 juta. Namun, dengan asumsi akan ada kenaikan gaji antara 5% – 10%  tiap tahun, di masa Anda membeli apartemen ini, perhitungan cicilan tersebut masih masuk akal. (f)


Baca juga: 
Berburu Rumah Murah


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?