Career
Minus Ikut SNMPTN Kedua

30 Jul 2012

Gagal lolos Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)? Tenang, kan, masih ada kesempatan kedua pada tahun berikutnya. Tapi, ada juga, sih, kekurangannya. Diantaranya:

Menyia-nyiakan waktu
Bagi yang sudah menjalani kuliah, waktu setahun perkuliahan dianggap 'hangus' bila kita diterima di SNMPTN tahun berikutnya. Mesti mulai dari awal lagi sebagai mahasiswa baru dan kemungkinan besar harus mengulang beberapa mata kuliah dasar yang sudah dipelajari sebelumnya.

Memang, di kampus tertentu, kita bisa transfer nilai mata kuliah yang sudah pernah diambil sebelumnya, jika di universitas yang sama. Karena itu, ada baiknya kita bertanya pada bagian akademik kampus supaya usaha kita dulu nggak sia-sia. Kalau nggak bisa? Rugi waktu, ah!

Membuang uang
Nggak cuma waktu, uang yang dikeluarkan untuk kuliah selama setahun juga terbuang begitu saja. Terutama kalau ilmu yang sudah dipelajari sebelumnya nggak kita pakai lagi. Sementara jumlah yang dikeluarkan sudah pasti nggak sedikit dan sebenarnya bisa untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Plus kita harus menyiapkan dana tambahan untuk membeli formulir SNMPTN. Apalagi kita juga sudah mengikuti bimbingan belajar secara intensif sebagai persiapan. Wah, mending dipakai untuk melanjutkan kuliah yang sudah terlanjur dijalankan.

Mendadak mentok
Oke, pada akhirnya kita masuk PTN impian. Sebagai mahasiswa baru (untuk kedua kalinya) mau nggak mau kita menjalani masa orientasi lagi, menghadapi senior galak atau reseh, hingga mengenal lingkungan kampus. Nah, buat sebagian orang suasana seperti itu membosankan, maunya, sih lebih maju dari sebelumnya, bukan stuck...

Bergelar 'Senior'
Status kita, sih, memang mahasiswa baru, namun, mau nggak mau umur kita bakal lebih tua di antara teman seangkatan. Meski beda 1-2 tahun, hal ini mempengaruhi pemikiran kita. Makanya, supaya bisa bekerja sama, misalnya tugas kuliah, kita yang harus lebih memahami mereka.

Di samping itu, kita pun mesti rela lulus belakangan dibanding teman-teman seangkatan di SMA. Jangan heran kalau teman-teman kita sudah lulus dan bekerja, kita masih saja berkutat dengan tugas-tugas kuliah. CC



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?