Lifestyle
Hemat Energi dengan 4 Langkah Sederhana dari Dapur Sendiri

30 Mar 2026

Persiapan, teknik memasak, hingga membersihkan kompor membantu hemat energi. Foto ilustrasi: Canva


Hemat energi bukan cuma urusan pemerintah atau industri besar, melainkan urusan kita semua, yang bisa menerapkannya dalam gaya hidup sehari-hari.

Di tengah kondisi geopolitik yang berdampak pada ancaman krisis energi global, Pemerintah mengimbau masyarakat untuk hemat energi, termasuk dalam pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. 

Menurut Chef Gun, Technical Chef dari produsen tepung beras, peran masyarakat bisa dimulai melalui langkah-langkah sederhana namun penuh kesadaran terhadap pola hemat energi, termasuk penggunaan LPG. 

“Cara kita memasak setiap hari itu menentukan,” ujar Chef Gun, yang berpendapat bahwa pola memasak kita cenderung belum efisien.

Melihat kondisi ini, Chef Gun memberikan tip praktis untuk menghemat penggunaan LPG di dapur sehari-hari–bisa banget kamu terapkan untuk hemat energi sekaligus hemat bujet belanja LPG.

1/ Nyalakan kompor mendekati waktu memasak
Myalakan kompor begitu semua bahan masak siap, sehingga kompor tidak ‘menunggu’ kita.

Menurut Chef Gun, kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap menjadi salah satu penyebab utama pemborosan gas yang sering tidak disadari.

“Tanpa sadar, kita sering buang gas hanya karena tidak siap. Kompor sudah menyala, tapi masih sibuk potong bahan. Ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari, dampaknya besar,” jelas Chef Gun, yang juga sering membina usaha UMKM se-Jawa Barat.

2/ Lebih cerdas soal teknik
Efisiensi dalam memasak tidak hanya soal waktu, tetapi juga pemilihan teknik memasak yang tepat.

Chef Gun menjelaskan bahwa perlakuan awal terhadap bahan makanan seperti merendam dapat mempercepat proses memasak, sekaligus mengurangi konsumsi energi.

“Teknik sederhana seperti merendam bahan itu sebenarnya sudah lama dikenal, tapi sering diabaikan. Padahal ini cara paling mudah untuk mempercepat masak tanpa harus menambah waktu pemanasan,” ujar pria yang pernah jadi chef di sejumlah perusahaan makanan itu.

3/ Perhatikan kondisi kompor
Ayo... siapa yang rajin membersihkan kompor setelah dipakai? 

Chef Gun mengatakan kalau banyak rumah tangga yang tidak menyadari bahwa kompor yang kotor atau tidak terawat dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna. 

Utamanya adalah bagian tungku pembakaran atau burner yang menjadi sumber penyimpan kotoran berasal dari tumpahan kuah masakan, minyak atau air. Jika bagian ini dibiarkan dan tidak dibersihkan, ia akan menghambat aliran gas, sehingga penggunaan gas cenderung boros.

“Api yang bagus itu biru. Kalau sudah kuning, berarti ada yang tidak beres. Itu tandanya gas tidak terbakar optimal, dan kita sebenarnya sedang membuang energi,” ujarnya.

4/ Tidak harus selalu dengan api besar
Chef Gun juga menyoroti pentingnya pemahaman dasar dalam memasak, termasuk penggunaan api dan alat masak. Menurutnya, masih banyak anggapan keliru bahwa api besar akan mempercepat proses memasak.

“Ini mindset yang harus diluruskan. Api besar justru sering membuat panas tidak merata dan terbuang. Api sedang itu lebih stabil, lebih efisien, dan hasil masakan juga lebih baik,” Chef Gun menegaskan.

Chef Gun berharap, efisiensi energi di dapur bisa memberikan dampak sangat besar jika dilakukan secara kolektif oleh jutaan rumah tangga di Indonesia.

“Kalau kita bicara ketahanan energi, jangan selalu melihat ke hulu. Hilirnya, yaitu rumah tangga, juga harus diperkuat. Edukasi seperti ini harus terus digaungkan,” katanya. 

Konflik dunia memang di luar jangkauan kita dalam menyelesaikannya, “Tapi kita bisa mengendalikan cara kita menggunakan energi di rumah,” kata Chef Gun. (f)

Baca juga:
7 Cara Praktis Menyambut Earth Hour
Experience Store Pertama frank green Buka di Plaza Indonesia
6 Tip Penting Naik TransJakarta Saat Rush Hour di Musim Hujan


Topic

#hematenergi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?