Clasutta menjelaskan koleksinya di pembukaan pameran (9 Mei 2026). Foto: Dok. Whitestone Gallery SingaporeSeni adalah sebuah ruang ekspresi untuk menyuarakan pengalaman, emosi dan identitas, termasuk bagi perempuan.
Kepekaan perempuan memperkaya seni dengan kedalaman emosi yang khas, sehingga keduanya saling membentuk, menghidupkan dan bermakna.
Hal tersebut juga yang mendasari Clasutta dalam berkarya sebagai seorang perupa muda. Tinggal di Jakarta, ia mengolah pengalaman sehari-harinya menjadi narasi visual yang deceptively playful.
Melalui figur-figur karakter yang ekspresif, goresan perupa berlatar belakang Arsitektur itu mengungkapkan beragam rasa–keintiman, kecemasan, dan absurditas kehidupan modern–yang menghadirkan sesuatu yang terasa familiar, namun tidak selalu nyaman untuk dihadapi.
Bersama perupa asal Malaysia, C.K. Koh, Clasutta mempersembahkan pameran lukisan bertajuk Through Reverie: Love and Memory di Whitestone Gallery Singapore, yang sudah dibuka untuk umum sejak 9 Mei 2026. Karya di pameran ini berangkat dari ruang intim, di mana memori hadir sebagai fragmen yang tertinggal, bukan sebagai cerita utuh.
Karya Clasutta: Threads of Fate 1 - III; Mrs & Mrs Soon to Be... (I - IV); Courtship Ritual I & II. Foto: Dok. Whitestone Gallery SingaporeTerletak di Tanjong Pagar Distripark, galeri ini menempati bekas gudang pelabuhan seluas lebih dari 2.200 meter persegi. Arsitekturnya dirancang oleh arsitek kenamaan Jepang, Kengo Kuma, dan terintegrasi dengan Singapore Art Museum (SAM).
Presentasi solo Clasutta, Roommates?, menjadi pusat pameran ini, mengurai dinamika emosional dalam hubungan. Apa yang dimulai sebagai sesuatu yang ringan dan playful perlahan berkembang menjadi ruang yang dibentuk oleh keterikatan, ekspektasi, dan negosiasi tak terucapkan.
Karya-karyanya menelusuri pergeseran antara insting dan penyesuaian, memperlihatkan bagaimana keintiman terbentuk melalui repetisi dan kompromi sunyi.
Dalam Roommates?, cinta adalah kondisi yang cair–datang, kembali, dan pada saat tertentu menghilang. Gestur kecil dan kesalahpahaman membentuk struktur yang terasa alami, meskipun sebenarnya dijaga dengan hati-hati. Apa yang tampak effortless berubah menjadi sesuatu yang harus dipertahankan–meski bertahan bukan selalu keputusan, melainkan kondisi yang kita jalani.
Karya Clasutta: Casanova I & II; The Last Hunt; Hit & Run; Hit & Miss. Foto: Dok. Whitestone Gallery SingaporeSementara itu, Folded Glimpses oleh C.K. Koh menghadirkan karya-karya dari arsip fotografi pribadi sang perupa, menangkap momen singkat yang berada di antara pengamatan dan ingatan. Melalui figur Box Boy, karyanya merefleksikan bagaimana memori terus bergeser, dibentuk oleh jarak, waktu, dan emosi.
Secara keseluruhan, pameran ini membentuk ruang di mana memori, kerinduan, dan perasaan saling berlapis. Berpusat pada eksplorasi Clasutta mengenai keintiman emosional, pameran ini mengajak pengunjung untuk mengambil jeda dan menyadari bagaimana pengalaman dan ingatan membentuk cara kita memahami dan menjalani hubungan.
Berlangsung dari 9 Mei sampai 28 Juni 2026 (tutup setiap Senin dan Hari Libur Nasional) di Whitestone Gallery Singapore, 39 Keppel Road #05-03/06 Tanjong Pagar Distripark, Singapura, pameran ini gratis dan bisa jadi pengalaman visual menenangkan jika kamu sedang di Singapura. (f)
Baca juga:
Ad Maiora, Ungkapan Kegigihan dan Visi 3 Seniman Muda
Kolaborasi Manis 3 Seniman Muda di Ad Maiora
7 Shades of Becoming dari Curves Collective, Saat Heels Jadi Bahasa Ekspresi
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #feminapartnership, #gallery


