Tampak karya Lee Bae, Brushstroke Series, 2025, dipresentasikan oleh Johyun Gallery. Lee Bae berhasil menjual habis seluruh karyanya. Foto: Dok. ART SG
Digelar pada 22 hingga 25 Januari 2026 di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, ART SG 2026 menyambut lebih dari 43 ribu pengunjung.
Hal ini menegaskan kembali posisi pentingnya ART SG, yang dipresentasikan Mitra Pendiri dan Utama UBS, dalam kalender budaya internasional.
Galeri-galeri yang berpartisipasi juga melaporkan penjualan yang kuat kepada kolektor mapan maupun kolektor baru dari seluruh dunia.
Tahun ini, ART SG meluncurkan kolaborasi perdana dengan S.E.A. Focus, sebuah platform lokal yang menampilkan seni kontemporer Asia Tenggara yang kini memasuki edisi kedelapan, dengan menghadirkan lebih dari 100 peserta pameran dari lebih dari 30 negara dan wilayah.
Di luar sektor galeri yang dikurasi, ART SG tahun ini memperluas programnya dengan berbagai inisiatif baru dan kemitraan strategis, yaitu:
- South Asia Insights, sebuah paviliun khusus yang menyoroti seni kontemporer dari kawasan tersebut dengan dukungan TVS Initiative for Indian and South Asian Contemporary Art
- PERFORMANCE, sektor yang baru dibentuk, menampilkan karya eksperimental, interdisipliner, dan immersive
- FILM, program harian yang menampilkan film, video, dan karya gambar bergerak yang dipresentasikan bekerja sama dengan ArtScience Museum
- PERSPECTIVES, sebuah rangkaian diskusi yang mengulas isu-isu kunci seni kontemporer, dengan pembicara seperti Susie Ferrell (Los Angeles County Museum of Art), Purat Osathanugrah (Dib Bangkok), Han Nefkens (Han Nefkens Foundation), serta para perupa Ibrahim Mahama, Jitish Kallat, dan Robert Zhao.
Di luar lokasi utama, ART SG turut mempresentasikan Wan Hai Hotel: Singapore Strait bersama Rockbund Art Museum (RAM), Shanghai, di The Warehouse Hotel. Ini adalah sebuah projek pameran berulang yang dikurasi oleh X Zhu-Nowell, Direktur Eksekutif dan Kepala Kurator RAM, dengan dukungan Sam Shiyi Qian, Kurator RAM, yang berinteraksi dengan geografi maritim.
Seni performans dari Brian Fuata, Instruction & Entertainment (minor gestures), 2026. Foto: Dok. ART SG
“Edisi keempat ART SG telah melampaui ekspektasi kami, mencerminkan bukan hanya kekuatan Singapura sebagai pusat seni kontemporer, tetapi juga semarak dan beragamnya lanskap seni Asia Tenggara. Dengan hadirnya S.E.A. Focus serta pertukaran yang dinamis dengan galeri, kolektor, dan institusi di seluruh dunia, kami antusias dengan peran pameran ini yang terus berkembang dalam menghubungkan kawasan ini dengan komunitas seni global,” ungkap Magnus Renfrew, Co-Founder ART SG.
Jin Yee Young, Co-Head UBS Global Wealth Management Asia Pacific dan Country Head UBS Singapore, mengatakan, “Salah satu sorotan adalah sambutan yang sangat kuat untuk karya Melati Suryodarmo, I Love You, yang dipresentasikan oleh UBS Art Collection kami di UBS Art Studio; karya tersebut memikat audiens dan menegaskan komitmen kami dalam menggunakan seni sebagai medium untuk menumbuhkan dialog dan koneksi.”
Melati Suryodarmo, I Love You, 2007, karya perupa Indonesia yang meraih sambutan hangat. Foto: Dok. ART SG
Sementara Shuyin Yang, Direktur Pameran ART SG, mengatakan bahwa edisi ART SG tahun ini memperkenalkan inisiatif-inisiatif baru yang menginspirasi, seperti program seni pertunjukan TVS Initiative for Indian and South Asian Contemporary Art, serta penguatan kemitraan budaya dengan institusi seperti Rockbund Art Museum, The Institutum, dan Hampi Art Labs.
“Program-program ini memperkaya penawaran pameran, memungkinkan pengunjung untuk mengalami seni kontemporer dari berbagai perspektif dan medium. Kami sangat senang melihat energi dan keterlibatan dari para kolektor, galeri, dan perupa, dan kami berupaya untuk terus membangun dan mengembangkan inisiatif-inisiatif ini di tahun-tahun mendatang,” jelas Shuyin Yang.
Para kolektor swasta terkemuka dari seluruh dunia menghadiri pameran ini, termasuk dari Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam, Australia, Jepang, Korea, Tiongkok Daratan, Hong Kong SAR, Taiwan, India, serta Eropa dan Amerika Serikat. Turut hadir pula para pejabat pemerintahan Singapura, direktur, kurator, dan patron dari museum, institusi, yayasan, serta asosiasi lokal dan internasional.
Di ART SG 2026, SAM ART SG Fund kembali hadir untuk tahun kedua. Dengan dukungan Pierre Lorinet, selain para dermawan pendiri Carmen Yixuan Li dan Pure Yichun Chen, dana ini kini mengalokasikan 250.000 dolar Sin—naik dari 150.000 dolar Sin pada alokasi perdana—untuk mengakuisisi karya-karya yang dipresentasikan di ART SG 2026 bagi koleksi permanen Singapore Art Museum.
Tampak karya Citra Sasmita, Timur Merah Project X: Bedtime Story, 2024, dipresentasikan oleh Yeo Workshop. Foto: Dok. ART SG
Dana ini memperkuat peran pameran sebagai platform utama untuk menemukan dan mengoleksi karya-karya penting, sekaligus memperkaya koleksi seni kontemporer internasional museum dari perspektif Asia Tenggara, sehingga memberikan kontribusi yang bermakna bagi ekosistem seni Singapura.
Program baru di ART SG, ART SG FUTURES Prize yang dipresentasikan oleh UBS, dianugerahkan kepada perupa interdisipliner Filipina-Kanada Marigold Santos, yang karyanya dipresentasikan oleh Patel Brown (Toronto) di pameran.
Penghargaan ini memberikan hadiah sebesar 10.000 dolar AS sebagai pengakuan atas karya luar biasa dalam sektor FUTURES ART SG, serta mencerminkan komitmen bersama ART SG dan UBS dalam membina talenta baru, mendorong inovasi, dan mendukung generasi berikutnya dari suara-suara kreatif.
Sektor FUTURES menampilkan karya-karya komisi baru yang diciptakan khusus untuk pameran oleh para perupa yang tengah naik daun, dan dipresentasikan oleh galeri-galeri muda yang didirikan dalam sepuluh tahun terakhir. Santos dipilih oleh dewan juri terkemuka yang terdiri atas Alessio Antoniolli, Direktur Triangle Network; Venus Lau, Direktur Museum MACAN; dan Khim Ong, Direktur (Koleksi, Seni Publik, Program) di Singapore Art Museum.
Sorotan penjualan
Selama empat hari penyelenggaraan pameran, galeri-galeri melaporkan penjualan yang signifikan, dengan karya-karya masuk ke dalam koleksi pribadi dan institusi penting. Cuplikan penjualan yang dilaporkan antara lain: Galeri blue-chip terkemuka seperti Thaddeaus Ropac (London, Paris, Milan, Salzburg, Seoul) melaporkan hasil yang sangat kuat di seluruh daftar perupa yang ditampilkan.
Galeri-galeri dari Asia tampil sangat kuat di pameran ini. Contohnya Johyun Gallery (Seoul, Busan) menjual habis seluruh karya Lee Bae dengan total 2.758.000 dolar AS, termasuk sebuah instalasi monumental yang dipresentasikan sebagai bagian dari PLATFORM, di antara karya perupa lainnya yang terjual.
Sejumlah akuisisi museum juga terjadi di ART SG, menegaskan pengaruh global pameran ini dalam menghubungkan galeri dengan institusi-institusi terkemuka di seluruh dunia.
Tampak karya Jitish Kallat, Palindrome/Anagram Painting, 2021, dipresentasikan oleh Gajah Gallery dan Nature Morte. Foto: Dok. ART SG
Toledo Museum of Art (AS) mengakuisisi salah satu lukisan penting Obiora Udechukwu, Blue Figures (Refugees) (1968) dari kó (Lagos); Gajah Gallery (Singapura) berhasil menempatkan karya Suzann Victor, Still Life At Large (2025), ke Museum Azman di Malaysia. Sementara Makasiini Contemporary (Helsinki, Turku) memfasilitasi akuisisi karya Nir Hod, 100 Years Is Not Enough (2025), oleh X Museum di Beijing.
ART SG berfungsi sebagai acara jangkar Singapore Art Week, musim seni rupa unggulan Singapura, yang menampilkan lebih dari 100 program dan pameran yang menyoroti ekosistem seni kota yang dinamis dan beragam.
ART SG edisi berikutnya akan berlangsung pada 15 hingga 17 Januari 2027 (preview untuk VIP dan Vernissage pada 14 Januari). Rincian acara akan diumumkan kemudian. (f)
Baca juga:
Edisi 2026 dari ART SG dan S.E.A. FOCUS Akan Memperkenalkan Kuratorial dan Program Terbaru
Pameran Urban Pulse di Jakarta, Refleksi 7 Seniman Singapura Terhadap Lanskap Kotanya
Edisi Perdana Art Jakarta Papers Hadirkan Praktik yang Berkelanjutan




