Mohamed Hafez Marican, HE Kwok Fook Seng, Deborah Iskandar (ISA Art and Design), Aiman, dan Kenenza Michiko Hasan (ISA Art and Design). Foto: Singapore Tourism Board
Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, bersama Singapore Tourism Board (STB), Jakarta Land, dan ISA Art and Design, menggelar pameran seni kontemporer Urban Pulse: Spectrum of Contemporary Art in Singapore di World Trade Centre (WTC) 2 Jakarta, yang berlangsung hingga 13 Desember 2024. Pameran ini dibuka oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Yang Mulia Kwok Fook Seng.
Pameran ini mengeksplorasi dampak perubahan lanskap urban terhadap kehidupan sosial dan identitas masyarakat Singapura. Dengan berbagai medium, karya-karya yang ditampilkan mengajak pengunjung untuk merenung tentang kehidupan perkotaan yang terus berkembang, serta pergeseran batas antara tradisi dan modernitas.
Urban Pulse juga memperlihatkan posisi Singapura sebagai pusat seni kontemporer Asia Tenggara, membuka dialog seni antara Indonesia dan Singapura, serta memberi gambaran tentang masa depan seni di kawasan ini.
Seniman yang terlibat adalah Aiman, Natasha Lim, Nathan Tan, Ripple Root, Sophia Dominguez, Tammylyn Tuang, dan Xiaocong Ge. Karya yang sama sebelumnya dipamerkan di Surabaya.
Sebagai contoh, Aiman, seniman visual dan alumni seni rupa dari Lasalle College of the Arts, menghadirkan dua karya terbarunya #666562 dan #555c5e. Menggunakan prinsip desain biophilic yang meningkatkan ruang-ruang urban, ia menggambarkan lingkungan Singapura yang mencerminkan efisiensi dan keseimbangan alam.
Kilas balik Singapore Art Week di awal tahun 2024. Foto: Singapore Art Week 2024
Kwok Fook Seng berharap pameran ini dapat mempererat hubungan budaya kedua negara. Mohamed Hafez Marican, Area Director Singapore Tourism Board, menambahkan, pameran ini menjadi jembatan antara seni Indonesia dan Singapura, serta pengantar untuk Singapore Art Week (SAW) 2025 yang akan diadakan di tahun ke-13.
Pameran ini juga jadi proyeksi awal dari Singapore Art Week 2025 [1], yang mencakup acara besar seperti SEA Focus, ART SG, Light to Night Singapore, dan kembalinya Paviliun Singapura di Biennale Arte 2024, Seeing Forest oleh Robert Zhao Renhui. (f)
Baca juga:
Pink Bubble Dress yang Dipakai Ariana Grande dalam Wicked: Part One Ternyata Bikin Terharu!
6 Tips Jaga Kesehatan Mental yang Wajib Dilakukan Perempuan Bekerja
Aroma Maskulin Sporty Lacoste Original, Legasi Keharuman 4 Dekade
Trifitria Nuragustina
Topic
#UrbanPulseSingapore, #SingaporeTourismeBoard, #pameranDiJakarta




