Di resto seafood bintang lima, ’kerang-kerang’ ini termasuk barang berharga. Bukan saja karena harganya yang selangit, cita rasanya pun patut diacungi jempol. Layaknya mussel atau clam, mereka masih dianggap sebagai kerabat kerang. Sebab, ketiganya juga termasuk ke dalam golongan mollusca. Abalone
Harganya melambung tinggi karena cara mendapatkannya yang sulit. Konon, penangkap kerang di laut lepas harus ’berperang’ melawan ikan hiu yang juga mengonsumsi abalone. Ditangkap di beberapa perairan dingin, seperti Laut California, Australia, New Zealand, Chili, dan Jepang. Kualitas dagingnya termasuk jawara, lembut dengan cita rasa yang mampu membelai lidah. Dikenal juga sebagai ear shell karena bentuknya menyerupai telinga.
Cocok untuk: Loco (salad abalone dengan mayones), yaitu salad yang terkenal di Chili.
Oyster
’Kerang’ ini sudah ditemukan dan dikonsumsi sejak zaman Romawi, sekitar 2000 tahun yang lalu, di sekitar perairan dingin Eropa. Kini, oyster banyak ditemukan di Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Korea. Bahkan, saking berharganya, oyster diternakkan di Afrika Utara, Australia, New Zealand, dan Kanada. Harga oyster cukup menguras kantong, karena jenis oyster tertentu termasuk kerang penghasil mutiara (pearl). Khasiatnya sebagai pendongkrak libido juga lebih kuat dibandingkan kerang lainnya.
Cocok untuk: Dibuat pate salad, diolah menjadi au gratin (di dapur Prancis).
Scallop
Walau tidak semahal abalone dan oyster, kerang ini populer di beberapa resto seafood dikarenakan dagingnya yang gurih dan sedikit manis. Di dunia jenisnya mencapai 300 spesies, tergantung dari tempat asalnya. Yang paling populer adalah the great scallop yang hidup di perairan Eropa. Ada juga queen scallop yang ada di Amerika Utara. Dagingnya putih bersih, agak keras, dan setelah dimasak mudah dipotong-potong.
Cocok untuk: Dibuat salad, dipanggang, ditumis, atau digoreng kering.
Berlianti Savitri


