My wife Mary and I have been married for forty-seven years and not once have we had an argument serious enough to consider divorce; murder, yes, but divorce, never! Jack Benny (Comedian)
Sebagai cewek kita sudah memimpikan pesta pernikahan sejak remaja. Namun khayalan tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menikah. Ya, menikah bukan hanya perayaan semalam. Butuh komitmen besar untuk seumur hidup mencintai satu orang. Yakinkan dulu Anda siap menjalaninya lewat daftar berikut ini:
Materi
Bukan matrealistis melainkan realistis. Nggak cukup modal cinta untuk menikah tetap harus ada materi yang mendukung agar ekonomi rumah tangga bisa berjalan.
Cukup Cinta?
Cinta yang menggebu nggak cukup untuk menikah. Malah lebih dibutuhkan rasa hormat kepada pasangan.
Berdamai dengan keluarga
Menikah bukan persoalan menyatukan dua hati saja tetapi juga dua keluarga. Apakah kita sudah siap untuk menjadi bagian dari kelebihan dan keluarga pasangan?
Tanggung-jawab
Jika saat single kita nggak diribetkan dengan urusan rumah tangga, saat menikah kita adalah ‘ibu’ dari keluarga yang baru kita bentuk. Kita yang mengurus rumah, suami dan mengatur anggaran rumah tangga.
Kematangan Emosi
Ada banyak hal yang bakal kita temui ketika menikah. Kejenuhan akan rutinitas rumah-tangga, nggak sebebas ketika single, cek-cok dengan suami, nggak sependapat dengan mertua. Belum lagi ketika punya anak, transisi memiliki anak adalah hal yang baka kita alami. Sudah siap? (ESP/FOTO: FOTOSEARCH)
Sebagai cewek kita sudah memimpikan pesta pernikahan sejak remaja. Namun khayalan tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menikah. Ya, menikah bukan hanya perayaan semalam. Butuh komitmen besar untuk seumur hidup mencintai satu orang. Yakinkan dulu Anda siap menjalaninya lewat daftar berikut ini:
Materi
Bukan matrealistis melainkan realistis. Nggak cukup modal cinta untuk menikah tetap harus ada materi yang mendukung agar ekonomi rumah tangga bisa berjalan.
Cukup Cinta?
Cinta yang menggebu nggak cukup untuk menikah. Malah lebih dibutuhkan rasa hormat kepada pasangan.
Berdamai dengan keluarga
Menikah bukan persoalan menyatukan dua hati saja tetapi juga dua keluarga. Apakah kita sudah siap untuk menjadi bagian dari kelebihan dan keluarga pasangan?
Tanggung-jawab
Jika saat single kita nggak diribetkan dengan urusan rumah tangga, saat menikah kita adalah ‘ibu’ dari keluarga yang baru kita bentuk. Kita yang mengurus rumah, suami dan mengatur anggaran rumah tangga.
Kematangan Emosi
Ada banyak hal yang bakal kita temui ketika menikah. Kejenuhan akan rutinitas rumah-tangga, nggak sebebas ketika single, cek-cok dengan suami, nggak sependapat dengan mertua. Belum lagi ketika punya anak, transisi memiliki anak adalah hal yang baka kita alami. Sudah siap? (ESP/FOTO: FOTOSEARCH)


