Memang, sih, perkembangan teknologi mempermudah interaksi dengan orang lain, terutama dengan pasangan. Namun kalau nggak hati-hati dalam menggunakannya, bukan nggak mungkin hubungan malah terancam. Menurut Dr. Susan Heitler, konselor relationship dan pernikahan, ini penyebabnya…
.
Pamer masalah
Akses ke media sosial semakin mudah dan cepat sehingga peluang mengumbar masalah ke ranah publik pun semakin besar. Biasanya, sih, hal ini dilakukan untuk menyindir pasangan atau menarik simpati dari banyak orang. Efeknya, masalah nggak terselesaikan dengan baik dan keburukan pasangan pun menjadi rahasia publik.
Komunikasi dunia maya
Anda lebih sering chatting ketimbang menelepon atau bertemu langsung. Awalnya mungkin demi menyingkat waktu. Namun lama-kelamaan jadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Padahal, berkomunikasi dengan tulisan rentan salah paham karena nggak disertai intonasi. Stiker dan emotikon pun nggak mampu menggatikan ekspresi wajah pasangan.
Pacaran dengan gadget
Setiap pasangan cenderung asyik dengan gadgetnya masing-masing ketika bertemu. Banyak yang lebih memilih bertukar cerita di media sosial daripada mengobrol dengan pasangannya. Media sosial dan beragam games jadi penyebab utama.
Cemburu meningkat
Teknologi juga dapat meningkatkan rasa posesif dan kecurigaan terhadap pasangan. Tersedianya aplikasi ‘pengintai’ lokasi membuat banyak orang yang tertarik mencoba. Kepercayaan cenderung berkurang dan hubungan pun jadi nggak nyaman. Anda atau pasangan, kan, bukan buronan yang harus diawasi pergerakannya selama 24 jam. (FAI/FOTOSEARCH)


