Career
Mengatasi Emosi di Kantor (Part 2)

23 Jul 2012

Sebenarnya nggak sulit, kok mengatasi emosi negatif. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali emosi yang sering dirasakan. Dengan begitu, kita dapat mengendalikannya

Berikut ini tiga emosi lainnya yang bisa timbul di kantor dan cara mengatasinya:

Nggak suka, ah...
Namanya juga berinteraksi dengan banyak orang. Tentunya, nih, nggak semuanya menyenangkan. Tapi ingat, sesebal apa pun, kita tetap harus bersifat profesional dan respek pada mereka. Tanggapi klien reseh dengan baik supaya dia tahu jika kita ingin diperlakukan dengan sopan. Begitu juga dengan rekan kerja. Kita harus membedakan mana masalah pribadi dan pekerjaan.

Drama kecewa
Sudah susah payah mengerjakan sebuah proyek, bahkan sampai lembur berhari-hari, bos malah menyalahkan kita karena kekurangan kecil yang sebenarnya tanggung jawab rekan kerja kita yang lain.



Masalah kritik nggak harus ditanggapi serius, apalagi sampai bikin kita bad mood. Berbesar hatilah menerimanya. Dengan begitu, kemampuan kita akan semakin terasah. Lagipula, tidak semua bos biasa memberi apresiasi. Jadi, tak perlu berharap banyak sejak awal, sehingga jika bos nggak memuji, kita nggak terlalu kecewa.

Jangan ringan tangan
Sekesal apa pun, jangan sampai kita melampiaskan kekesalan dengan memukul atau melempar benda-benda yang ada di atas meja kerja. Bukan apa-apa, tindakan ini bakal membuat kita menerima SP atau bahkan dipecat. Habis, sudah nggak bisa mengontrol emosi, merusak properti kantor pula.

Kalau mau ada penyaluran fisik, lebih baik ikut kelas bela diri. Bisa teriak-teriak sambil memukul lawan, deh. Boleh juga menyalurkan kekesalan dengan memanfaatkan bakat, seperti menggambar. Lukis saja wajah rekan kerja yang bikin kita sebal sejelek mungkin. Hehehe. CC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?