Sadar nggak, sih, jika kebugaran mental berpengaruh kuat terhadap kestabilan emosi kita. Sebab, penyebab utama munculnya emosi negatif di kantor adalah kelelahan mental berlebih akibat situasi kerja yang terlalu menekan.Tanda-tandanya, nih, kita bisa kesal banget dengan hal-hal sepele. Misalnya, langsung naik darah saat OB lupa mencuci gelas atau rekan kerja lupa mengembalikan gunting kita.
Saking kesalnya dengan keadaan kantor, rasanya kita pengen banget menangis. Menurut Career Coach & Managing partner Andin Andiyasari, sah-sah saja kita menangis ketimbang menahan kesan dan bikin kita makin tertekan. Yang ada kita bisa makin ngomel-ngomel, berteriak, atau bekerja asal-asalan.
"Menangis menunjukkan sisi manusiawi bahwa kita bukan robot. Hal ini nggak akan mempengaruhi karier. Lain halnya jika kita menangis dalam berbagai situasi. Bisa-bisa kita dicap cengeng," jelas Andin.
Selain itu kita juga bisa mengeluarkan uneg-uneg dengan rekan kerja, tapi, kita musti selektif teman curhat. Namun yang harus diingat, tidak perlu curhat mengenai keburukan orang lain.
"Mendingan kita berbagi cerita untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Kita nggak dianggap sebagai penyebar gosip, deh," saran Andin. CC


