Berdasarkan penelitian tim psikolog sosial University of California, Los Angeles, 6 dari 10 pasangan mengalami putus cinta di awal tahun. Fakta ini menjadikan Januari sebagai bulan dengan kasus putus cinta paling banyak dibanding bulan lain.
Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut kenapa hal ini bisa terjadi, profesor psikologi sosial Ben Karney mengatakan bahwa pengaruh tahun baru menjadi penyebabnya. Di awal tahun, setiap orang memiliki resolusi ingin lebih baik dalam segala hal, termasuk hubungan asmara.
Banyak orang akan me-review kembali hubungan mereka dengan pasangan. Jika hubungan berjalan statis atau lebih sering bertengkar, mereka akan memilih untuk putus. Mereka nggak mau kesalahan yang sama terulang lagi di tahun yang baru.
Lucunya, menurut psikoterapis Nina Atwood, rencana putus biasanya sudah terlintas sejak tiga bulan sebelumnya, yaitu bulan Oktober.
Namun, banyak yang masih mencoba untuk mempertahankan hubungan dan berharap semua akan membaik. Ketika ternyata hubungan semakin parah, mereka pun memilih mengakhirinya agar tidak merusak mood di tahun yang baru. (FAI/FOTO:FOTOSEARCH)


