Pusing karena masih single dan belum juga ada yang mengajak menikah? Jangan merasa jadi orang termalang di dunia dulu. Menjadi orang single bukan berarti sebagai orang termalang di dunia. Ada beberapa keuntungan menjadi single yang patut disyukuri dan dinikmati.
Orang single beban utangnya lebih sedikit
Punya suatu hubungan bukan hanya menambah teman dekat, tapi juga mempengaruhi dompet Anda. Bayangkan berapa uang yang sering Anda keluarkan, misalnya, untuk membayari makan atau nonton saat kencan. Di tambah lagi, keperluan membelikan pasangan hadiah pas perayaan hari jadi .
Dan, bagi yang sudah menikah, keperluan untuk membiayai hidup rumah tangga, termasuk bila punya anak. Semakin sedikit uang yang digunakan untuk pasangan dan keluarga berarti Anda dapat sering-sering memanjakan diri sendiri.
Orang single jarang stres
Sedih memang kalau selalu sendirian. Tapi, punya suatu hubungan juga membuat Anda tertekan. Anda akan selalu berpikir, "Gimana cara mempertahankan hubungan?"; "Hubungan ini bakal awet, nggak ya?"; "Apakah saya punya kebebasan dalam hubungan ini?".
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak bakal memusingkan kepala si single. Orang-orang single tidak perlu cemas memikirkan kehidupan orang lain. Apalagi memikirkan pekerjaan rumah tangga saat menikah. Anjing Anda tidak akan protes, kan, bila piring-piring di dapur belum dicuci?
Orang single dapat traveling kapan pun
Anda tidak perlu merasa wajib mendapat izin pergi atau memikirkan mesti mengajak pasangan bila ingin berlibur. Anda pun bisa bebas memilih tujuan traveling. Apalagi dibandingkan buat yang sudah menikah dan berkeluarga, Anda tidak perlu pusing memikirkan waktu yang terbatas buat traveling karena memikirkan keluarga yang bakal ditinggalkan. Plus, anda hanya perlu membayar tiket untuh satu orang.
Orang single lebih mudah menjaga hubungan pertemanan
Orang yang dalam suatu hubungan, bakal lebih sering menghabiskan waktu dengan pasangannya. Secara tidak sadar, orang hubungan romantis mempengaruhi hubungan pertemanan dengan orang lain. Bahkan, mereka yang sudah menikah sering kali berkurang perhatian pada saudara kandung, ortu, tetangga, dan teman-temannya.
Psikolog dari situs Psychology Today, Bella DePaulo, seringkali melihat pasangan saling bergantung satu sama lain, mencoba mengisi apa yang mereka butuhkan hingga mewujudkan bersama impian masing-masing. Kondisi ini disebut intensive coupling. Bukankah pernyataan 'wujudkan sendiri impian Anda' teras lebih memiliki kekuatan?
Orang single beban utangnya lebih sedikit
Punya suatu hubungan bukan hanya menambah teman dekat, tapi juga mempengaruhi dompet Anda. Bayangkan berapa uang yang sering Anda keluarkan, misalnya, untuk membayari makan atau nonton saat kencan. Di tambah lagi, keperluan membelikan pasangan hadiah pas perayaan hari jadi .
Dan, bagi yang sudah menikah, keperluan untuk membiayai hidup rumah tangga, termasuk bila punya anak. Semakin sedikit uang yang digunakan untuk pasangan dan keluarga berarti Anda dapat sering-sering memanjakan diri sendiri.
Orang single jarang stres
Sedih memang kalau selalu sendirian. Tapi, punya suatu hubungan juga membuat Anda tertekan. Anda akan selalu berpikir, "Gimana cara mempertahankan hubungan?"; "Hubungan ini bakal awet, nggak ya?"; "Apakah saya punya kebebasan dalam hubungan ini?".
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak bakal memusingkan kepala si single. Orang-orang single tidak perlu cemas memikirkan kehidupan orang lain. Apalagi memikirkan pekerjaan rumah tangga saat menikah. Anjing Anda tidak akan protes, kan, bila piring-piring di dapur belum dicuci?
Orang single dapat traveling kapan pun
Anda tidak perlu merasa wajib mendapat izin pergi atau memikirkan mesti mengajak pasangan bila ingin berlibur. Anda pun bisa bebas memilih tujuan traveling. Apalagi dibandingkan buat yang sudah menikah dan berkeluarga, Anda tidak perlu pusing memikirkan waktu yang terbatas buat traveling karena memikirkan keluarga yang bakal ditinggalkan. Plus, anda hanya perlu membayar tiket untuh satu orang.
Orang single lebih mudah menjaga hubungan pertemanan
Orang yang dalam suatu hubungan, bakal lebih sering menghabiskan waktu dengan pasangannya. Secara tidak sadar, orang hubungan romantis mempengaruhi hubungan pertemanan dengan orang lain. Bahkan, mereka yang sudah menikah sering kali berkurang perhatian pada saudara kandung, ortu, tetangga, dan teman-temannya.
Psikolog dari situs Psychology Today, Bella DePaulo, seringkali melihat pasangan saling bergantung satu sama lain, mencoba mengisi apa yang mereka butuhkan hingga mewujudkan bersama impian masing-masing. Kondisi ini disebut intensive coupling. Bukankah pernyataan 'wujudkan sendiri impian Anda' teras lebih memiliki kekuatan?


