Daripada usai kuliah kita cuma bengong atau nongkrong di mall, coba, deh, ikutan seminar atau workshop. Gunanya nggak cuma 'memoles' CV, tapi juga memperkaya ilmu kita.
Terjun langsung
Nggak hanya kampus, banyak banget, tuh, institusi yang rajin mengadakan seminar dan workshop untuk berbagai kalangan. Ada yang membayar tiket, namun nggak sedikit pula yang gratisan—wah!
Jangan ragu buat ikutan seminar atau workshop yang temanya bikin kita penasaran dan berlangsung hampir seharian, misalnya workshop tentang fotografi, atau wirausaha. Jenis workshop seperti ini cenderung melibatkan pesertanya alias kita bisa praktik langsung. Minimal kita sudah mendapat pelajaran dasarnya, kan.
Bertemu pakarnya
Namanya juga seminar, pasti, lah, mendatangkan pakar di bidang tertentu. Biasanya, lewat si pakar ini banyak pengetahuan baru yang bakal 'diumbar'. Mungkin aja nantinya kita membutuhkan informasi ini untuk bahan makalah atau skripsi kita.
Berburu tempat magang
Nggak dipungkiri, peserta seminar berasal dari berbagai kalangan. Bahkan nggak jarang ada pula, tuh, pekerja kantoran yang ikutan. Bukan cuma nambah kenalan, tapi berteman dengan banyak orang juga memperluas kesempatan kita untuk magang di kantor salah satu kenalan kita tadi. Jika perusahaannya cukup bergengsi dan punya nama, bisa 'mempercantik' CV kita.
Awal banting setir
Jurusan kuliah saat ini ternyata nggak sesuai minat kita. Mau pindah jurusan, rasanya nanggung dan takut kalau diminta mengulang dari awal. Rajin-rajin melihat koran dan browsing untuk mengetahui seminar atau workshop yang diadakan lembaga tertentu. Kadang ada lembaga yang sering mengadakan workshop unik, seperti public speaking, broadcast, desain, menulis, dan lainnya.
So, lewat workshop ini kita bakal menemukan bakat terpendam yang nantinya bisa 'diolah' lebih dalam. Lumayan, kan, kita jadi memiliki keahlian khusus—bisa untuk mempromosikan diri saat wawancara kerja nanti, nih. CC
Terjun langsung
Nggak hanya kampus, banyak banget, tuh, institusi yang rajin mengadakan seminar dan workshop untuk berbagai kalangan. Ada yang membayar tiket, namun nggak sedikit pula yang gratisan—wah!
Jangan ragu buat ikutan seminar atau workshop yang temanya bikin kita penasaran dan berlangsung hampir seharian, misalnya workshop tentang fotografi, atau wirausaha. Jenis workshop seperti ini cenderung melibatkan pesertanya alias kita bisa praktik langsung. Minimal kita sudah mendapat pelajaran dasarnya, kan.
Bertemu pakarnya
Namanya juga seminar, pasti, lah, mendatangkan pakar di bidang tertentu. Biasanya, lewat si pakar ini banyak pengetahuan baru yang bakal 'diumbar'. Mungkin aja nantinya kita membutuhkan informasi ini untuk bahan makalah atau skripsi kita.
Berburu tempat magang
Nggak dipungkiri, peserta seminar berasal dari berbagai kalangan. Bahkan nggak jarang ada pula, tuh, pekerja kantoran yang ikutan. Bukan cuma nambah kenalan, tapi berteman dengan banyak orang juga memperluas kesempatan kita untuk magang di kantor salah satu kenalan kita tadi. Jika perusahaannya cukup bergengsi dan punya nama, bisa 'mempercantik' CV kita.
Awal banting setir
Jurusan kuliah saat ini ternyata nggak sesuai minat kita. Mau pindah jurusan, rasanya nanggung dan takut kalau diminta mengulang dari awal. Rajin-rajin melihat koran dan browsing untuk mengetahui seminar atau workshop yang diadakan lembaga tertentu. Kadang ada lembaga yang sering mengadakan workshop unik, seperti public speaking, broadcast, desain, menulis, dan lainnya.
So, lewat workshop ini kita bakal menemukan bakat terpendam yang nantinya bisa 'diolah' lebih dalam. Lumayan, kan, kita jadi memiliki keahlian khusus—bisa untuk mempromosikan diri saat wawancara kerja nanti, nih. CC


