Selain skill mumpuni dan mempunyai jam terbang tinggi, seorang bos dituntut mempunyai kepekaan lain. Nah, berikut daftar yang harus kita coba untuk mencapai level tertinggi alias big boss!Usaha kecil bawa untung
Ingin punya spa mewah dan resto keren? Jangan mulu, dulu, ah! Mulai dari yang kecil saja, yang penting produk kita memang dibutuhkan banyak orang. Makanya, sebelum mulai usaha, bikin daftar pertanyaan bagi diri sendiri.
Contoh: Apa alasan kita menjual produk ini, siapa sasaran penjualan kita, apa keistimewaan produk kita dibanding kompetitor, dan berapa harga produk kita nantinya. Jika semua terjawab, berarti kita siap jadi bos.
Manfaatkan side job
Biasanya bos itu multitasking. Segala pekerjaan rasanya bisa diselesaikan dengan mudah dan tepat waktu. Hitung-hitung latihan, terima saja side job dari teman. Mulai dari kontributor majalah, penerjemah, mengajar musik, dan lainnya. Dengan syarat kita memang cukup ahli di bidang tersebut.
Side job juga berguna mengasah dan melatih manajemen waktu, maksudnya biar urusan pekerjaan utama dan sampingan nggak berantem. Selain itu, side job akan memperkaya jejaring.
Konsultan pribadi
Faktanya memang nggak semua orang berbakat jadi enterpreneur, termasuk kita (baca: cuma sebatas minat, tapi nggak ada bakat), hehehe... Sebab itu, penting mengajak orang lain yang memang ahli mengatur keuangan dan bisnis. Beruntung kalau orang itu kita kenal baik, jadi bisa konsultasi secara gratis. Ingat, CEO perusahaan besar biasanya memiliki konsultan pribadi dalam bisnisnya.
Perhatian pada karyawan
usaha sampingan pastinya susah dijalankan sendirian, terutama jika kita masih bekerja di kantoran. Nggak heran, kalau kita butuh bantuan karyawan, biarpun karyawannya mbak di rumah.
Sebagai bos yang baik, pantang bersikap seenaknya pada karyawan. Pikirkan kesejahteraannya, misalnya tetap beri jatah hari libur, bonus jika usaha kita untung dan sebagainya. So, siap jadi bos? CC


