
Mau Kaya = Harus Menabung
Menabung memang baik. Tapi sebenarnya, nih, menabung konvensional di bank hanya dapat menguras uang karena adanya biaya administrasi dan pajak. Jika ingin pundi-pundi keuangan kita terus meningkat, sebaiknya investasikan uang di reksa dana atau saham. Sebagai investasi jangka panjang, saham dapat memberi kita keuntungan berlipat. Sedangkan tabungan konvensional bisa tetap digunakan untuk kebutuhan darurat.
Kartu Kredit Untuk Belanja
Sebenarnya fungsi utama kartu kredit adalah membantu kita di keadaan darurat. Misalnya, membayar biaya rumah sakit atau membeli tiket pesawat dadakan. Namun untuk belanja sehari-hari, sebaiknya membayar cash agar kita nggak kebablasan. Kecuali, salah satu toko menawarkan diskon atau poin rewards untuk pembelian suatu produk yang kita sedang butuhkan. Bisa sekalian pakai kartu kredit, deh. Pastikan ada uang tunai untuk membayar tagihannya, ya….
Single Belum Butuh Rumah
Masih ingat pepatah sedia payung sebelum hujan? Ini berlaku dalam investasi properti. Meski belum menikah, nggak ada salahnya memikirkan masa depan, yaitu membeli properti. Setidaknya, mulailah menabung untuk DP rumah dan beri target ke diri sendiri mengenai waktu belinya. Misalnya, dua tahun mendatang. Kalau pun dua tahun mendatang kita belum mau menempatinya, bisa kita sewakan!
Asuransi Gabung dengan Investasi
Kini memang banyak produk unit link, yang menawarkan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan investasi sekaligus. Bagus memang jika kita bisa memenuhi semuanya. Tapi, pertimbangkan plus minusnya. Di satu sisi, kita memang nggak perlu repot transfer uang untuk investasi dan asuransi—semua tinggal didebit satu waktu. Namun, ada biaya akuisisi, biaya pembelian investasi, dan biaya administrasi. Pemilihan jenis investasi juga terbatas. Jika memang nggak mau repot, unit link bisa menjadi solusi. Tapi jika mau mendapatkan hasil yang lebih maksimal, kita bisa memilih produk asuransi dan investasi yang terpisah.
Vini Damayanti
Foto: Fotosearch


