
Dok. Femina Media/ Shinta Meliza
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Trainstation selalu meminta feedback dari para anggota fitness maupun instruktur.
“Kami mendengarkan apa yang menjadi keinginan anggota. Kami juga ngobrol dengan para trainer untuk mengetahui olahraga apa yang sedang tren sekarang,” jelas Valentina.
Akhir-akhir ini misalnya, menurut Valentina, olahraga yang cepat mengeluarkan keringat tanpa banyak bergerak tengah diminati.
“Karena itu, salah satu kelas yang kami tawarkan adalah inferno hot pilates. Kelas dengan gerakan pilates, namun di ruangan panas. Jadi, setelah satu jam latihan akan banyak mengeluarkan keringat,” jelasnya.
K-pop yang sedang digandrungi anak muda pun tak luput dari perhatian Trainstation. “Kami ada kelas K-pop dance. Peminatnya lumayan banyak,” tambah Valentina.
Guna menarik minat anggota, Trainstation juga memproduksi ragam merchandise dengan desain yang unik dan menarik, seperti T-shirt, tumbler, kettlebell, weekly planner, hingga tote bag. Tentu saja banyak di antaranya yang bernuansa warna pink.
“Merchandise ini sangat diminati,” ujar Valentina.
Kini, Trainstation memiliki lebih dari 100 orang anggota aktif, dengan jumlah trainer sekitar 28 orang. Kelas yang ditawarkan pun sangat bervariasi, mulai dari pilates, zumba, pound fit, boxing, muay thai, hingga piloxing.
Untuk mengikuti tiap kelasnya dikenakan biaya Rp200.000 per kehadiran. Ada sejumlah paket olahraga yang ditawarkan, jika ingin lebih ekonomis.
“Salah satunya paket unlimited seharga Rp3,5 juta per bulan. Jadi, anggota tersebut bisa mengambil kelas kapan pun dan sebanyak apa pun dalam sebulan,” ucap Valentina.
Dalam jangka panjang Valentina punya visi untuk membuka cabang Trainstation di lokasi lain. “Kami sedang dalam pembicaraan untuk itu. Untuk lokasinya, kami belum ketemu yang pas di mana,” pungkasnya. (f)
BACA JUGA:
Prinsip Sukses Membangun Start-up Ala Nadiem Makarim
Pengeluaran Terbesar Milenial : Makan di Restoran, Kopi hingga Taksi
Tip Terima Jastip Tanpa Ganggu Liburan
Topic
#pusatkebugaran




