Health & Diet
Posisi Rahim Turun, Ini Penyebab dan Gejalanya

1 Dec 2020


Foto: Pixabay


Gejala dan Pengobatannya 

Lantas seperti apa gejala atau tanda-tanda seseorang mengalami prolaps ini? Menurut dr. Astrid ada beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami kondisi penyakit ini. “Apabila Anda merasakan salah satu gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan uroginekologi,” saran dr. Astrid. 

Gejala tersebut antara lain:
1/ Gejala pada vagina 
Keluhan gejala benjolan di vagina dipengaruhi oleh gravitasi, sehingga semakin berat terasa pada posisi berdiri. Semakin lama, benjolan akan terasa semakin menonjol terutama setelah adanya aktivitas fisik berat jangka panjang seperti mengangkat benda berat atau berdiri. Gejala pada vagina lainnya seperti rasa menggantung/tertarik pada vagina, tekanan pada panggul hingga rasa pegal pada punggung, rasa tidak nyaman/penuh di vagina, keputihan, keluar darah dari erosi benjolan vagina.

2/ Gejala gangguan berkemih
Gejala gangguan berkemih dapat disadari dengan sulit memulai berkemih, berkemih tidak lampias atau tidak tuntas, harus mengedan, keluar urin saat batuk atau tertawa, sulit menahan dorongan berkemih, serta infeksi saluran kemih berulang.

3/ Gejala buang air besar (BAB)
Benjolan di dalam vagina saat mengedan, BAB tidak lampias atau tidak tuntas, sulit BAB dan harus mengedan, perlunya penekanan pada perineum atau vagina posterior untuk membantu BAB.

4/ Gejala seksual 
Gejala seksual antara lain rasa tidak nyaman saat berhubungan, nyeri saat berhubungan, menghindari hubungan seksual akibat adanya kepercayaan diri yang menurun.

Dokter biasanya akan merujuk orang dengan gejala prolaps untuk melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan kondisi pelvis. Selain itu, dokter juga akan meminta Anda mengejan seperti saat akan buang air besar untuk menilai sejauh mana penurunan terjadi, dan melakukan gerakan seperti saat menahan buang air kecil untuk mengetahui kekuatan otot pelvis. 

Jika diperlukan informasi yang lebih detail, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk melihat organ dalam pelvis, diantaranya USG panggul dan saluran kemih, untuk memastikan kondisi organ kandungan dan penyebab penurunan yang terjadi. Foto rontgen saluran kemih dengan kontras (pielografi intravena/IVP), untuk memeriksa gangguan saluran kemih akibat turun peranakan. Dan tes urodinamik, untuk memeriksa fungsi kandung kemih dan uretra saat menyimpan urin dan membuangnya, terutama dilakukan pada pasien yang menderita inkontinensia parah.

Menurut dr. Astrid, prolaps dapat ditangani dengan prosedur bedah maupun non-bedah, tergantung tingkat keparahan prolaps. “Pilihan non-bedah meliputi penggunaan pesarium, rehabilitasi otot dasar panggul, dan symptom-directed therapy. Symptom-directed therapy dengan observasi prolaps dapat direkomendasikan pada pasien dengan prolaps derajat rendah,” jelas dr. Astrid.

“Sedangkan pilihan penanganan dengan bedah dapat berupa pengangkatan rahim maupun penggantungan rahim untuk kasus prolaps apikal atau prolaps yang terjadi pada area leher rahim, rahim, dan puncak vagina. Pilihan operatif dapat dilakukan melalui pendekatan pervaginam maupun laparoskopi (bedah invasif minimal). Pada tindakan pengangkatan rahim dapat dilanjutkan dengan penggantungan puncak vagina jika masih ingin mempertahankan fungsi seksual,” tambah dr. Astrid. 

Meski wanita hamil dinilai memiliki risiko lebih besar mengalami Prolaps organ panggul (POP), menurut dr. Astrid risiko tersebut bisa diminimalisir dengan cara rutin melakukan gerakan senam Kegel saat hamil dan setelah melahirkan. (f) 

Baca juga: 
Jangan Katakan Hal Ini Pada Mereka yang Mengalami Keguguran
Jutaan Kehamilan Tidak Direncanakan Diperkirakan Terjadi Pada Masa Pandemi
Keluhan Pada Masa Kehamilan dan Cara Mengatasinya
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#rahim, #kehamilan, #penyakit

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?